Jakarta, mediaperkebunan.id – Gandeng Pemeringah Kota (Pemkot) Bogor, Kementerian Pertanian (Kementan) lancarkan upaya dorong hilirisasi melalui penyelenggaraan acara Semarak Perkebunan Nasional (SKENA) .
SKENA merupakan acara yang diselenggarakan oleh Kementan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) bersama Pemkot Bogor dalam rangka mendukung tercapainya ekosistem usaha perkebunan yang lebih kompetitif.
Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah turut mendukung penyelenggaraan SKENA mengingat hilirisasi memiliki peran penying dalam perekonomian Indonesia.
“Hilirisasi perkebunan memiliki peran dan kontribusi penting dalam perekonomian Indonesia, terutama tanaman kopi, teh, kakao, karet, kelapa, serta kelapa sawit. Karena hal tersebut, masyarakat diharapkan turut andil dalam mendukung berkembangnya hilirisasi perkebunan Indonesia,” kata Andi Nur, dikutip dari Ditjen Perkebunan Kementan, Jumat (19/04).
Lebih lanjut, Andi Nur menyampaikan bahwa acarw SKENA akan menjadi sebuah media untuk mengenalkan kinerja hilirisasi komoditas perkebunan yang memiliki kualitas dan nilai tinggi sesuai dengan kebutuhan dunia dengan harapan dapat memenuhi kesejahteraan petani.
“Tentunya strategi yang kami tempuh melalui hilirisasi ini merupakan proses mengolah bahan mentah menjadi produk turunan bernilai tambah, sebagaimana diarahkan Bapak Presiden RI, Joko Widodo, tidak hanya lakukan ekspor raw material saja, namun juga berdagang dengan konsep produk bernilai tambah, hilirisasi akan berdampak signifikan dalam peningkatan pendapatan petani karena merupakan kunci kesejahteraan petani,” jelas Andi Nur.
Menurutnya, saat ini adalah saatnya hilirisasi masuk ke level komersialisasi untuk mendorong para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan komoditas perkebunan bisa bersaing secara global.
“Skena ini merupakan ajang pemanasan untuk acara Bunex direncanakan sekitar bulan September 2024. Hal ini demi meningkatkan dan mendorong para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kita agar naik level, dan guna mendukung komoditas perkebunan beserta nilai tambah perkebunan agar bisa bersaing dan bertahan dengan tuntutan pasar global yang semakin ketat,” ujar Andi Nur.
Sejalan dengan yang disampaikan Andi Nur, jumlah UMKM di Kota Bogor sendiri terus bertambah dari waktu ke waktu. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya.
“Jumlah UMKM kota bogor bertambah sekitar 300 persen dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. Tercatat pada 2021 jumlah UMKM kota bogor sekitar 68 ribu, sedangkan tahun 2023 bertambah jumlahnya menjadi 78 ribu UMKM,” kata Bima.
Turut mendukung acara SKENA, Bima mengatakan bahwa Kota Bogor siap berpartisipasi dalam hilirisasi perkebunan.
Kota Bogor pastinya siap memperkuat hilirisasi perkebunan, tak hanya fokus di Bogor, namun juga diperluas sampai bandung jawa barat lainnya, demi memajukan perkebunan,” ujarnya.
Menuju Indonesia Emas 2045, Andi Nur mengatakan bahwa jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus mengupayakan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas perkebunan.
“Kami percaya seluruh stakeholder terkait Perkebunan, jajaran kepala SKPD, pelaku usaha/ Eksportir/ asosiasi pengusaha juga mendukung dengan penuh apa yang Kementerian Pertanian lakukan, dan kami harapkan tidak menyurutkan semangat kita semua untuk terus melakukan upaya-upaya strategis dalam mempercepat pelaksanaan pengembangan komoditas perkebunan menuju hilirisasi Indonesia Emas 2045,” tutur Andi Nur.
Kegiatan SKENA dilaksanakan di Lapangan Sempur dan Taman Ekspresi pada tanggal dari tanggal 19 April hingga 21 April 2024. Rangkaian acaranya meliputi pameran produk UMKM komoditas pertanian, perlombaan barista, bazaar pasar murah minyak goreng, gula pasir, dan hasil pertanian lainnya. Talkshow, workshop/sharing session, launching ekspor, business matching, launching asosiasi pekebun, hiburan band penyanyi, sampai pembagian benih kelapa dan kopi juga akan meriahkan acara SKENA.
Andi Nur berharap masyarakat Kota Bogor dan sekitar dapat mendukung terselenggaranya SKENA dengan ikut meramaikan dan memeriahkan acara.

