Medan, mediaperkebunan.id – Sepanjang Juli 2025 ini harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar minyak nabati global dan domestik bak simalakama: kalau dimakan mati ibu, bila tidak dimakan maka mati ayah!
Kalau harga CPO tidak naik alias merosot, maka hal itu akan memengaruhi kesejahteraan atau tingkat pendapatan petani kelapa sawit karena harga pembelian tandan buah segar (TBS) juga bakal jeblok.
Tetapi bila harganya terus meroket maka hal tersebut justru membuat harga minyak goreng sawit bakal naik dan langka di pasaran karena produsen pasti memilih untuk menjualnya ke pasar global demi meraup cuan atau untung.
Ujung-ujungnya, hal itu bakal memengaruhi pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri. Yang terdampak tentu saja masyarakat sebagai konsumen, mereka bakal kesulitan mendapatkan harga minyak goreng dengan harga yang terjangkau!
Situasi inilah yang terlihat terjadi sepanjang Juli 2025 ini di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Diketahui bahwa harga minyak goreng curah dalam perdagangan sepekan terakhir mengalami peningkatan.
Menurut pengamat ekonomi asal kota Medan, Gunawan Benjamin, peningkatan harga minyak goreng curah tersebut seiring dengan kenaikan harga CPO yang terjadi selama bulan Juli 2025.
“Di pasar global harga CPO naik dari posisi RM 4.000 per ton menjadi RM 4m328 per ton selama Juli 2025 ini,” kata pengajar di sejumlah kampus ternama di ibukota Provinsi Sumut ini kepada Mediaperkebunan.id, Senin (28/7/2025).
Kalau di dalam negeri, harga CPO bisa direpresentasikan melalui proses tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau disebut juga dengan tender PTP karena KPBN memang merupakan anak usaha dari Holding PTPN.
Nah, Gunawan Benjamin mengungkapkan kalau kenaikan harga CPO di pasar minyak nabati dunia, termasuk di Indonesia, menjadi salah satu pendorong menguatnya harga produk turunan kelapa sawit seperti minyak goreng di dalam negeri.
Dia melihat bahwa pemulihan harga minyak goreng curah yang naik dalam rentang Rp 250 hingga Rp 500 per Kg terjadi seiring dengan membaiknya demand atau permintaan untuk produk CPO ke India, salah satu buyer atau pembeli terbesar.
Sementara dari sisi pasokan atau supply, Gunawan Benjamin menilai harga minyak goreng sejauh ini masih dalam tren naik seiring dengan membaiknya musim panen di tahun 2025 ini.
“Mengacu kepada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dari Bank Indonesia (BI), rata rata harga minyak goreng curah di sejumlah pasar kota medan naik menjadi Rp 18.000 per Kg,” tegas Gunawan Benjamin.

