Bengkulu, mediaperkebunan.id – Sebanyak 59 petani sawit swadaya dari dua kabupaten di Provinsi Bengkulu, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan begitu bersemangat mempelajari dan menggunakan drone, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Semangatnya para petani sawit itu sendiri merupakan bagian dari kegiatan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit (PKS) yang diselenggarakan oleh IPB Training selama 4 hari di di Hotel Grage Bengkulu, 7-10 Juli 2025.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Teknis Pemetaan Perkebunan Kelapa Sawit” tersebut mendapatkan dukungan yang sepenuhnya dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan).
Pelatihan itu, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Kamis (10/7/2025), merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM PKS dan menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memberdayakan petani sawit agar mampu mengelola lahannya
secara mandiri, tertib, dan berkelanjutan.
Pihak IPB Training sendiri sangat serius dalam menyiapkan dan mengajarkan materi pelatihan tersebut agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktik.
Selama empat hari, peserta pelatihan dibekali dengan materi, diskusi kelompok, dan praktikum secara langsung di kebun sawit, termasuk penggunaan drone yang telah disebutkan sebelumnya.
Materi yang diberikan kepada para petani pun sangat aplikatif, mulai dari cara pengambilan titik koordinat, teknik pengukuran blok kebun, hingga pemanfaatan teknologi drone untuk mendukung akurasi pemetaan.
Menariknya, peserta juga diarahkan untuk mengolah data menggunakan laptop secara langsung di kelas. IPB Training benar-benar menggunakan pendekatan teknologi untuk meningkatkan kemampuan SDM PKS dalam pelatihan itu.
Dengan pendampingan instruktur berpengalaman dari IPB Training, para petani belajar dengan serius dan happy tentang cara membuat peta kebun kelapa sawit milik masing-masing dari data yang mereka kumpulkan sendiri di lapangan.
Dengan begitu, peta kebun yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapang. Pembuatan peta kebun inilah yang menjadi salah satu output penting.
Dengan peta lahan perkebunan tersebut, petani sawit bakal dapat lebih mudah untuk menyusun rencana kerja kebun, memetakan potensi produksi, hingga mengurus aspek legalitas lahan.
Peta kebun juga dapat menjadi basis data untuk kebutuhan pendataan di tingkat pemerintah, sehingga membantu mewujudkan tata kelola perkebunan
yang lebih tertib.
Pelatihan teknis pemetaan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pondasi penting dalam membangun data kebun sawit rakyat yang akurat di tingkat
tapak.
Data kebun yang valid menjadi langkah awal untuk meningkatkan efisiensi, mencegah tumpang tindih klaim lahan, serta mendukung perencanaan perkebunan yang lebih berkelanjutan.
Melalui pengetahuan pemetaan, maka diharapkan para petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pihak luar untuk mengurus tata batas kebun sawit mereka masing-masing.
IPB Training mendorong para mereka untuk menjadi petani sawit yang
mandiri, melek teknologi, dan memiliki kemampuan dalam mengelola lahan secara profesional.
Tidak heran kalau semangat dan bahagianya para petani sawit menjalani pelatihan ini membuat Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi SP MSi, menjadi terharu san menyampaikan harapan khusus kepada petani, BPDP, Ditjenbun, serta IPB Training.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi awal bagi para petani sawit untuk terus
meningkatkan kapasitas diri,” ucap Rosmala Dewi saat menyampaikan kata sambutan dalam acara tersebut
“Jika semakin banyak petani yang sadar pentingnya data kebun yang valid, maka ke depan konflik lahan dapat diminimalkan dan produktivitas perkebunan rakyat pun meningkat,” tambah Rosmala Dewi.
Keberhasilan pelatihan ini, sambung Rosmala Dewi lagi, diharapkan tidak berhenti pada kegiatan empat hari itu saja. Dia berharap IPB Training bersama BPDP dan Ditjen Perkebunan berkomitmen untuk terus mendampingi petani sawit.
“Termasuk melalui program lanjutan, baik melalui pelatihan teknis lanjutan, pembinaan kelembagaan petani, maupun penguatan akses teknologi dan pasar,” tutur Rosmala Dewi lebih lanjut.
Kadis TPH Bun itu yakin, dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, maka Provinsi Bengkulu dapat melahirkan para petani sawit swadaya yang lebih berdaya saing.
“Serta petani sawit swadaya yang lebih sejahtera dan mampu menjadi
tulang punggung ketahanan ekonomi daerah,” tegas Kadis TPH Bun Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi SP MSi.

