Banda Aceh, mediaperkebunan.id – Selain mendapatkan bekal berupa teori dan simulasi di dalam ruangan full AC di Ballroom Grand Nanggroe Hotel, puluhan petani sawit swadaya dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur juga mendapatkan bekal ilmu berupa praktek langsung di lapangan dari para pelatih (trainer) IPB Training.
Praktek lapangan tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima mediperkebunan.id, kemarin, digelar oleh para pelatih atau trainer dari IPB Training pada hari Jumat (11/7/2025).
Praktek lapangan tersebut dilakukan di perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang merupakan anak usaha dari Sub Holding PTPN IV PalmCo.
Kegiatan pelatihan petani Aceh tersebut diketahui merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) 2025 dan didukung sepenuhnya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan).
Para petani yang ikut pelatihan mulai 8-12 Juli 2025 itu sebanyak 88 orang dan tergabung dalam 3 angkatan, yakni Angkatan III, IV, dan XIV, dan terdiri dari 61 petani dari Kabupaten Aceh Tamiang dan 27 petani dari Kabupaten Aceh Timur.
Sejumlah tokoh yang dinilai sangat berkompeten menghadiri pelatihan itu seperti Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh, Mukhlis SP MA.
Kemudian hadir pula Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr M. Apuk Ismane; serta 5 trainer handal IPB Training yang dipimpin oleh Dr Ir Hariyadi MS.
Di acara itu Mukhlis SP MA meyakinkan para peserta kalau pelatihan tersebut penting dan harus diikuti, dicermati dan dipahami sampai bisa dari mulai penyediaan bibit, pemeliharaan, hama penyakit.
Di lahan milik PT ASN para peserta mengamati langsung praktik budidaya kelapa sawit di tiga lokasi, yaitu area pembibitan atau nurseri, tanaman belum menghasilkan (TBM), dan tanaman menghasilkan (TM).
Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan wawasan praktis yang memperkuat pemahaman peserta pelatihan terhadap teori yang telah diberikan, termasuk memahami bagaimana budidaya kelapa sawit dan pembenihan kelapa sawit di industri.
Selain itu kegiatan kunjungan lapang ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk mendapatkan pengetahuan secara lebih luas dan spesifik lagi mengenai dunia industri PKS, dan agar dapat bermanfaat bagi diri, dan kemajuan sawit Indonesia.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan bimbingan kunjungan lapangan oleh Dudi Sumantri selaku Kepala Bagian (Kabag) Operasional PT ASN, Adja M Daud (Manajer Kebun Batee Puteh) dan M Zuhri Pradana (Manajer Kebun Tanoh Makmue Seujahtera).
DI Lokasi pertama, peserta diajak untuk mengunjungi kebun tanaman menghasilkan, dan diperlihatkan teknis panen yang baik dan efektif, organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang di kebun TM dan cara penangan pascabuah telah
dipanen.
Lokasi selanjutnya peserta diajak untuk mengunjungi kebun pembibitan. Disana peserta diajak untuk mengamati beberapa contoh bibit yang tidak bagus dan berdiskusi penyebabnya.
Peserta juga antusias bertanya bagaimana cara mengidentifikasi bibit yang bersertifikasi dan belum tersertifikasi.
Secara keseluruhan kegiatan kunjungan lapangan ini disambut antusias peserta, yang tampak aktif bertanya dan berdiskusi dengan tim praktisi.
Para peserta mendapatkan wawasan
langsung mengenai teknik panen yang efektif, pemilihan bibit unggul, dan pengelolaan kebun berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen BPDP dan IPB Training dalam pengembangan SDM sawit yang profesional dan siap menghadapi tantangan industri ke depan.

