Jakarta, mediaperkebunan.id – Ansari, Staf Ahli Bupati Aceh Tengah pada Diskusi Kopi Online “Langkah Kolektif Menuju Pemulihan Kopi Berkelanjutan” yang dilaksanakan oleh SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia), menyatakan luas kebun kopi di kabupaten ini 52.074 ha dan 25%nya atau 12.637 ha terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor.
Kondisi ini sangat mempengaruhi perekonomian petani. Sampai saat ini tidak ada aktivitas apa-apa di kebun kopi yang terdampak.
Kebun kopi yang tidak terdampak terkendala dengan 175 ruas jalan menuju kebun yang terkena longsor, longsor sampai hilang sehingga tidak bisa menuju kebun. Selain itu ada kebun kopi yang longsor menimpa kebun kopi lain sehingga terjad konflik.
Hal yang diperlukan adalah perbaikan infrastuktur jalan produksi. Sekarang masih darurat yang penting akses masyarakat dan bantuan bisa sampai. Anggaran yang sudah diketok bulan Desember oleh Mendagri diminta bergeser ke anggaran untuk bencana dan baru Januari selesai.
Untuk kopi untuk meningkatkan produksi dan rehabilitasi membutuhkan bantuan benih unggul bersertifikat. Benih yang biasa digunakan petani adalah Gayo 1, Gayo 2 dan Gayo 3. Selain itu bantuan pupuk organik karena Aceh Tengah sudah memprogramkan kopi organik.
Pengendalian hama penggerek buah kopi juga penting, sebelum bencana sudah meluas seranganya. Buah cherry bisa dipanen tetapi bean tidak ada sehingga merugikan petani. Bantuan lain yang diperlukan adalah mesin pengupas buah cherry, lantai jemur dan gudang.
Salman Pandemun, Master Trainer SCOPI Aceh Tengah mengatakan kendala utama adalah rusakya infrastruktur jalan dan jembatan sehingga distribusi logistik terkenda. Jalan menuju kebun kopi petani tidak bisa dilewati sehingga tidak bisa mengangkut hasil panen.
Saat ini sudah mulai panen kopi, tetapi mengangkut dari kebun ke titik kumpul di desa terkendala. Jalan diperbaiki secara darurat saja yang penting sepeda motor bisa lewat sudah cukup bagi petani.
Petani juga belum serius merawat kebun kopi dan fokus bagaimana ketahanan pangan mereka karena harga sembako naik Karena itu untuk program perbaikan kebun kopi sebaiknya dilakukan tumpang sari dengan tanaman pangan dan hortikultura.
Salman sudah melakukan dengan penanama padi gogo di sela-sela tanaman pangan. Tujuan kebutuhan pangan bisa terpenuhi petani juga kembali merawat kebun kopinya.

