Medan, mediaperkebunan.id – Kini komoditas kelapa sawit beserta seluruh produk turunannya tidak lagi sendirian dalam menopang perekonomian di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), termasuk yang terkait dengan peningkatan ekspor.
“Dari sisi pengeluaran, ekspor, investasi, dan konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Khoirul Muttaqien, Selasa (11/3/2025).
Khoirul Muttaqien mengatakan hal itu dalam acara berbuka puasa bersama Forum Komunikasi (Forkom) Industri Jasa Keuangan (OJK) Sumut beserta para wartawan di lantai 5 Menara Bank Mandiri, Jalan Pulau Pinang nomor 1 l, Medan, Selasa (11/3/2025).
Khoirul Muttaqien menyebutkan, peningkatan ekspor sejalan dengan kenaikan harga komoditas unggulan Sumut, seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), karet, dan kopi, yang belakangan ini harga ya menguat di pasar global.
Dia juga bilang, investasi mengalami akselerasi, terutama di subsektor perkebunan, dan didorong oleh realisasi belanja pemerintah daerah (Pemda) yang meningkat serta berbagai agenda nasional, termasuk pilpres dan pileg, pilkada serentak, dan PON XXI.
“Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh meskipun lebih moderat, didukung oleh penyaluran bantuan sosial dan peningkatan pendapatan masyarakat,” tutur Khoirul Muttaqien lebih lanjut.
Dari sisi lapangan usaha, Khoirul Muttaqien berujar kalau sektor pertanian, termasuk perkebunan, dan konstruksi menjadi kontributor utama pertumbuhan, seiring dengan kuatnya ekspor kelapa sawit dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, Khoirul Muttaqien juga mengungkapkan, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Namun, sektor industri mengalami perlambatan akibat melemahnya aktivitas manufaktur di negara mitra dagang utama,” beber Khoirul Muttaqien.
Pada triwulan IV 2024, pihaknya melihat lagi-lagi sektor pertanian, termasuk perkebunan kelapa sawit, semakin terakselerasi dengan meningkatnya produksi pangan dan hortikultura.
“Hal ini didukung juga oleh momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN) yang turut mendorong aktivitas peternakan,” tegas Khoirul Muttaqien selaku Kepala OJK Sumut.

