Padang, mediaperkebunan.id – Sebanyak 12.000 ton cangkang kelapa sawit atau palm kernel shell senilai hampir sejuta Dollar AS atau persisnya USD 960.000 berlayar dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menuju Jepang, kemarin Jumat (27/09/2025).
Proses ekspor cangkang sawit itu difasilitasi oleh Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Sumbar (Karantina Sumbar) setelah melalui serangkaian tindakan karantina yang ketat untuk memastikan produk memenuhi persyaratan negara tujuan.
Kepala Balai Karantina Sumbar, RM Ende Dezeanto, dalam keterangan resmi yang dikutip Mediaperkebunan.id, Sabtu (27/9/2025), menyebutkan fasilitasi proses ekspor seperti ekspor palm kernel shell ke Jepang itu sudah merupakan kegiatan rutin yang mereka fasilitasi.
Komitmen Karantina, kata dia, adalah memastikan kelancaran ekspor dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kualitas produk, sesuai dengan standar karantina internasional
“Karantina telah melaksanakan serangkaian tindakan karantina yang ketat untuk memastikan produk yang mau diekspor, dalam hal ini cangkang sawit, memenuhi persyaratan negara tujuan,” ucap RM Ende Dezeanto.
Adapun proses pemeriksaan atas cangkang sawit tersebut mereka mulai dari pengambilan sampel atau sampling langsung di gudang penyimpanan perusahaan eksportir.
Selanjutnya, jelas Ende, sampel yang telah diambil kemudian dibawa ke laboratorium karantina untuk menjalani pemeriksaan dan pengujian.
Pemeriksaan tersebut, kata dia lagi, bertujuan untuk memastikan cangkang sawit yang hendak diekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang dapat membahayakan sektor pertanian negara tujuan.
“Tahap akhir melibatkan pengawasan pemuatan atau loading supervision ke dalam kapal di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang,” tutur RM Ende Dezeanto lebih lanjut.
Dirinya memastikan kalau sejumlah petugas karantina hadir langsung untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi selama proses bongkar muat dan bahwa produk yang dimuat sesuai dengan yang telah lolos pemeriksaan.
Dia menjelaskan, sejatinya ekspor cangkang sawit dari Sumbar secara rutin dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur, dengan negara tujuan seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
Berdasarkan informasi yang ada, ucap RM Ende Dezeanto, cangkang sawit dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan atau biomassa untuk pembangkit listrik di kedua negara tersebut.
RM Ende Dezeanto menegaskan, keberhasilan ekspor cangkang sawit ini tidak hanya memberikan kontribusi devisa negara tetapi juga menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Khususnya bagi para pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit di yang ada di Provinsi Sumatera Barat ini,” tegas RM Ende Dezeanto selaku Kepala Karantina Sumbar.

