Jakarta, mediaperkebunan.id – Setiap orang yang menanam kelapa sawit pasti ingin mendapatkan Tandan Buah Segar sebanyak-banyaknya. Kelapa sawit bunganya berumah satu, bunga jantan dan bunga betina memiliki waktu anthesis yang berbeda, penyerbukan secara silang, memerlukan aktivitas kumbang Elaeidobius kamerunicus untuk optimalisasi penyerbukan.
Pembentukan buah kelapa sawit ditentukan oleh varietas bahan tanaman, lingkungan dan iklim, pemupukan, pengedalian OPT, perlakuan teknis dan kumbang penyerbuk. Jadi bila sudah menggunakan bahan tanaman unggul, lingkungan dan iklim kondusif, dipupuk sesuai rekomendasi, OPT dikendalikan tetapi panen masih belum optimal bisa jadi penyebabnya adalah rendahnya penyerbukan dan kurangnya populasi dan aktivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus.
Bila petani kelapa sawit di Kubu Raya atau Kalimantan Barat punya problem seperti ini maka silakan datang ke event 5th IPOSC (Indonesian Palm Oil Small Holder Conference and Expo) di Hotel Q Qubu Resort, Kubu Raya, Kalbar tanggal 24-26 September 2025 booth nomer B1. Ada PT Bio Sarana Indonesia dengan produk Polimesh yang bisa mengatasi problem rendahnya penyerbukan, populasi dan aktivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus.
Polimesh merupakan sebuah produk inovasi untuk menarik kumbang Elaeidobius kamerunicus menyerbuk kelapa sawit. Mempunyai sinyal biokimia yang disukai kumbang penyerbuk, berupa aroma yang digunakan oleh bunga sawit kelapa sawit untuk menarik kumbang penyerbuk.
Pada banyak kebun di Sumatera dan Kalimantan terbukti penggunaan Polimesh meningkatkan populasi Elaeis kamerunicus, aktivitas dan penyerbukan sehingga fruit set meningkat, produksi TBS naik.

