Banda Aceh, mediaperkebunan.id – Sebanyak 84 petani kelapa sawit dari dua kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Timur, menerima tiga jurus kunci sukses dalam praktek dan budidaya perkebunan sawit dari para trainer atau pelatih berpengalaman IPB Training.
Para petani kelapa sawit itu, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Sabtu (26/7/2025), merupakan bagian dari Angkatan V, VI, dan XV, yang terdiri dari 57 petani dari Kabupaten Aceh Tamiang dan 27 petani dari Kabupaten Aceh Timur.
Selama lima hari, yakni mulai 21–25 Juli 2025, mereka mendekam di Ayani Hotel Banda Aceh serta melakukan kunjungan lapangan ke pabrik dan perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Sinergi Nusantara yang merupakan salah satu anak usaha Holding PTPN.
Enggak tanggung-tanggung, banyak tokoh berkompeten menghadiri pelatihan yang digelar oleh IPB Training dan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Serra Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) itu.
Mulai dari mulai Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh, Dr Zulfadli SP MP, selanjutnya ada pula Dr Ir Hariyadi MS dan sejumlah trainer berpengalaman dari IPB Training.
Ada pula Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dr M Apuk Ismane, dan Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Ditjenbun Tulus Tri Margono SP MP.
Kehadiran berbagai pihak terkait dalam acara tersebut mencerminkan adanya dukungan yang penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya di Provinsi Aceh.
Saat memberikan pelatihan, Dr Ir Hariyadi MS dari IPB Training menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh dalam tahapan budidaya sawit.
“Mulai dari persiapan lahan, pemilihan dan pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT),” kata Hariyadi.
Dia menyampaikan bahwa keberhasilan dalam membangun kebun kelapa sawit sangat ditentukan oleh tiga faktor utama.
“Ada tiga kunci sukses dalam budidaya kelapa sawit, yakni pemilihan lokasi yang tepat, penggunaan bahan tanam unggul, dan pengelolaan serta pemeliharaan yang baik,” beber Hariyadi.
Jika ketiganya dilakukan dengan benar, dirinya yakin para petani sawit peserta pelatihan bakal menerima hasil yang optimal, dalam hal ini panen tandan buah segar (TBS) yang berkualitas.
Hariyadi berharap para peserta pelatihan teknis budidaya kelapa sawit tersebut dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh di lapangan.
Senada dengan itu, Dr M Apuk Ismane menambahkan bahwa peran lembaga swasta melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan sangat strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang kompeten dan mendukung agenda Kementerian Pertanian 2025–2029.
Sementara itu, Tulus Tri Margono SP MP menyoroti pentingnya pelatihan ini bagi petani rakyat. Ia menyampaikan bahwa lebih dari 42 persen kebun sawit di Indonesia merupakan milik petani rakyat.
Tetapi di saat yang sama, kata Tulus Tri Margono, perkebunan sawit rakyat tersebut memiliki produktivitas yang masih tergolong rendah, hanya sekitar 3 ton/ha per tahun.
“Padahal, potensi hasil bisa ditingkatkan hingga 5–6 ton per ha per tahun. Kendala utama yang dihadapi antara lain keterbatasan sarana prasarana (sarpras), benih yang tidak sesuai, dan praktik pemupukan yang belum optimal,” tegas Tulis Tri Margono.

