Tenggarong, mediaperkebunan.id – PT REA KALTIM PLANTATIONS (REA) menyerahkan 3 unit kendaraan sebagai bentuk program kegiatan usaha produktif pengganti Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKMS) di satu Desa di Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penyerahan 3 unit kendaraan dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026 di Pendopo Odah Etam – Bupati Tenggarong secara simbolis oleh Bupati, Luke Robinow-Presiden, Direktur Sustainability – Dr. Bremen Yong-PT REA KALTIM PLANTATIONS, Camat Kembang Janggut, kepada KepalaDesa Kembang Janggut Kecamatan Kembang Janggut.
Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi perjanjian kerja sama kemitraan yang telah di tandatangani pada pertengahan tahun 2025, yang mencerminkan komitmen bersama untukmemperkuat mmata pencaharian masyarakat melalui solusiekonomi berbasis local. Di kembangkan melalui konsultasiintensif dengan Pemerintah Desa, kemitraan dirancang untukmenciptakan peluang pendapatan yang berkelanjutan, memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, serta mendukung usaha yang dikelola Koperasi Desa sebagaipenggerak pertumbuhan.
Melalui model kemitraan FPKM antara perusahaan dan desa, unit kendaraan tersebut menghasilkan pendapatan dengan cara disewakan Kembali kepada perusahaan untuk kebutuhan operasional, sehingga desa dapat mendanai prioritasi masyarakat, menciptakan peluang pekerjaan untuk masyarakat local, dan membangun ketahanan ekonomi. Selain itu, pendekatan ini juga mendukung arah kebijakan pemerintahmengenai hilirasi dengan mendorong penciptaan nilai tambahdi tingkat lokal, memastikan manfaat ekonomi tetap berada di lingkungan masyarakat, berkontribusi pada pembangunandesa inklusif yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Bagi Kami, Implementasi FPKM harus menciptakan nilaiyang berkelanjutan, bukan bantuan jangka pendek”, ujar Luke Robinow, President Direktur REA. “Kerangka program ini dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan, memastikan aset dimanfaatkandalam jangka panjang dan terus menghasilkan pendapatanyang stabil.
Inisiatif ini selaras dengan salath satu dari empat pilar strategis keberlanjutan REA, yaitu pilar Pemberdayaan Mata Pencaharian (Empowering Livelihoods), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk membangun sumberpendapatan berkelanjutan melalui kemitraan inklusif dan solusi berbasis lokal.
“Dengan mengikuti regulasi FPKM, diharapkan kebutuhanpara pemangku kepentingan dapat terpenuhi serta mendorongiklim investasi yang baik di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar dr. Aulia Rahman Basri, M.Kesm., Bupati Kukar.
Kepala Desa Kembang Janggut menyambut baik skema tersebutdan menyoroti dampak jangka panjangnya. “Melalui kemitraanFPKM ini, kendaraan tetap menjadi aset desa dan disewakankepada REA untuk kegiatannya,” ujarnya. “Hal ini menciptakan pendapatan rutin bagi desa dan memberikan fleksibilitas bagi kami untuk menggunakan dana tersebut sesuai prioritas masyarakat. Iniadalah model yang mendukung kemandirian, bukan bantuan sekali saja.”
“Sejalan dengan yang disampaikan Kepala Desa Kembang Janggut, sebagai mitra pelaksana program ini, kami berharap kemitraan inidapat membantu meningkatkan kesejahteraan desa dan mendorongkemakmuran ekonomi masyarakat,” ujar Yadi, S.Pd., KetuaKoperasi Desa Merah Putih, Desa Kembang Janggut.
“Keberlanjutan berarti menciptakan nilai jangka panjang melaluikolaborasi,” ujar Dr. Bremen Yong, Group Chief Sustainability Officer REA. “Dengan menyusun FPKM berbasis aset milik desayang terus menghasilkan nilai, kami memperkuat kepercayaandengan masyarakat serta mendukung pembangunan sosial-ekonomi dan ketahanan baik di tingkat desa maupun lanskap.”
Melalui program FPKM ini, REA bertujuan memastikan bahwa kemitraannya dengan desa-desa sekitar memberikan hasil nyata yang mendukung kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

