Bandung, mediaperkebunan.id – Transformasi digital di sektor industri kelapa sawit Indonesia memasuki fase penting dengan hadirnya teknologi yang menyatukan seluruh aspek operasional pabrik dalam satu sistem digital terintegrasi. Salah satu inisiator utama dari langkah strategis ini adalah PT LAT Trisakti yang menerima penghargaan Medbun Awards 2025 dalam kategori penghargaan Initiator Smart Palm Oil Mill Technology for Indonesia’s First ERP Integrated IoT Automation.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran penting perusahaan dalam mengembangkan dan menerapkan sistem otomasi cerdas dan integratif pertama di Indonesia yang menghubungkan teknologi Internet of Things (IoT), otomasi mesin, dan sistem ERP secara menyeluruh.
Sebagai unit usaha dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, PT LAT Trisakti lahir dari kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. LAT Trisakti dikelola oleh tim profesional berpengalaman lebih dari tiga dekade di sektor perkebunan dan agribisnis. Hal ini menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem yang tidak hanya canggih secara teknologi, namun juga teruji dan relevan di lapangan.
Dengan pendekatan berbasis otomasi dan konektivitas data mesin secara real-time, LAT Trisakti berhasil menciptakan solusi terintegrasi yang menghubungkan proses produksi pabrik kelapa sawit dengan sistem ERP. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan berbasis data aktual. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuannya menghasilkan Key Performance Indicator (KPI) operator secara otomatis, yang langsung terintegrasi dengan modul produksi dan penggajian (payroll). Hal ini memberikan transparansi dan akuntabilitas tinggi dalam mengevaluasi kinerja karyawan.
Lebih jauh lagi, sistem ini juga terhubung dengan modul perawatan terencana serta menyatukan KPI dari unit SCADA dan sistem otomasi berbasis PLC. Semuanya dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemeliharaan, memastikan visibilitas penuh terhadap performa mesin, dan mendukung operasi pabrik yang terdokumentasi dengan baik serta berkelanjutan.
Teknologi ini telah berhasil diimplementasikan secara nyata di dua perusahaan kelapa sawit, yakni PT Bukit Bintang Sawit di Jambi dan PT Makmur Palma Lestari di Riau. Keduanya kini menjadi percontohan nasional dalam hal digitalisasi pabrik kelapa sawit. Penerapan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tidak hanya berdampak pada efisiensi produksi, tetapi juga pada tata kelola yang lebih transparan dan sistematis.
Saat menerima penghargaan, Saiful Bahri, M.Sc., Chief Technology Officer PT LAT Trisakti, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Terima kasih atas penghargaan ini. Kami dedikasikan sepenuhnya kepada semua tim yang telah berjuang membuat ERP ini menjadi inovasi teknologi yang terintegrasi dari kebun, pabrik, sampai kantor head office,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LAT Trisakti menjadi yang pertama di Indonesia yang berhasil melakukan integrasi menyeluruh dari stasiun-stasiun pabrik kelapa sawit ke sistem MySAP 365 melalui IoT integration. “Sudah dua perusahaan yang berhasil kami integrasikan, dan ini menjadi inovasi pertama di Indonesia,” tegasnya.
Tidak hanya berhenti pada pencapaian tersebut, Saiful juga menyampaikan harapannya agar generasi muda dapat terus mengembangkan potensi teknologi di sektor ini. “Semoga generasi muda dan penerusnya bisa mendedikasikan diri untuk teknologi generasi AI di sawit, terutamanya,” pungkasnya.

