Jakarta, mediaperkebunan.id – PT Kalimantan Ria Sejahtera kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meraih sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikasi ini diberikan oleh PT TSI Sertifikat Internasional dalam acara TSI Sustainability Talk yang berlangsung pada Senin (16/12/2024). Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa perusahaan telah menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan sesuai dengan regulasi keberlanjutan di Indonesia.
Menurut Suci Yuliati, Palm Oil Sustainability PT Kalimantan Ria Sejahtera menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh lahan perusahaan sudah berada dalam proses sertifikasi ISPO. Dari total 13 area yang sedang dalam progres, sebanyak 8 area telah berhasil tersertifikasi.
“Mudah-mudahan tahun depan semua luas lahan yang kami kelola sudah tersertifikasi,” ungkap Suci.
ISPO adalah sertifikasi wajib bagi pelaku industri kelapa sawit di Indonesia yang bertujuan untuk memastikan keberlanjutan serta meningkatkan daya saing kelapa sawit Indonesia di pasar global. Sertifikasi ini tidak hanya mengatur tentang aspek lingkungan, tetapi juga mencakup prinsip keberlanjutan lainnya seperti kepatuhan terhadap hak guna usaha (HGU), tanggung jawab sosial perusahaan, serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja dan masyarakat sekitar. Bagi PT Kalimantan Ria Sejahtera, mendapatkan sertifikasi ISPO bukan hanya memenuhi kewajiban pemerintah, tetapi juga menjadi bukti bahwa perusahaan serius dalam menjaga keberlanjutan di semua aspek operasionalnya.
Dalam proses implementasi ISPO, Suci Yuliati menyoroti adanya tantangan terkait perbedaan pengakuan standar di tingkat internasional. Meskipun ISPO memiliki prinsip dan kriteria yang serupa dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sertifikasi ISPO belum sepenuhnya diakui secara global. Hal ini menyebabkan perusahaan harus bekerja lebih keras untuk memenuhi audit standar internasional.

“Bisa dibilang, perusahaan harus kerja dua kali untuk memenuhi dua standar yang sebenarnya memiliki prinsip serupa. Ini karena ISPO belum diakui secara internasional, sehingga ketika diaudit, perusahaan harus menyiapkan klarifikasi tambahan untuk dokumen yang sebenarnya sudah ada di ISPO,” jelasnya.
Menurutnya, pengakuan internasional terhadap ISPO akan sangat membantu perusahaan-perusahaan Indonesia yang telah berkomitmen terhadap keberlanjutan. Dengan pengakuan tersebut, proses integrasi antara sertifikasi ISPO dan RSPO bisa lebih mudah, sehingga perusahaan tidak perlu mengulang proses verifikasi untuk standar internasional. Selain itu, pengakuan global terhadap ISPO juga dapat meningkatkan citra kelapa sawit Indonesia di pasar dunia, yang selama ini sering mendapatkan sorotan negatif terkait isu deforestasi dan pelanggaran hak asasi manusia.
Meskipun menghadapi tantangan pengakuan internasional, ISPO membawa banyak manfaat bagi perusahaan dan industri kelapa sawit Indonesia. Sebagai standar keberlanjutan yang bersifat wajib, ISPO mendorong perusahaan untuk lebih taat terhadap aturan yang berlaku. Hal ini juga menjadi syarat penting dalam berbagai audit, termasuk untuk pembiayaan oleh lembaga perbankan.
“Bagi perusahaan, adanya sertifikasi ISPO berarti menunjukkan bukti nyata bahwa operasional perusahaan telah mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan. Ini tentu meningkatkan kepercayaan, termasuk dari bank yang melihat bahwa perusahaan memang layak mendapatkan dukungan,” ujarnya.
Selain itu, sertifikasi ISPO juga membantu mengcounter isu-isu negatif yang selama ini berkembang di tingkat internasional. Dengan adanya sertifikasi ini, perusahaan dapat menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola secara profesional dan taat aturan.
“ISPO cukup efektif untuk melawan pandangan internasional yang selama ini menganggap bahwa industri kelapa sawit di Indonesia tidak ramah lingkungan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari industri strategis di Indonesia, PT Kalimantan Ria Sejahtera berkomitmen untuk terus memenuhi kewajiban ISPO. Suci menegaskan bahwa meskipun ISPO bersifat mandatory, perusahaan tidak memandangnya sebagai beban, melainkan sebagai langkah strategis menuju operasional yang lebih bertanggung jawab. Dengan menerapkan prinsip keberlanjutan, perusahaan tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses bisnis dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan generasi mendatang.
“Kami tetap berkomitmen untuk mematuhi semua regulasi, karena sifatnya memang mandatory. Namun kami berharap ada langkah-langkah konkret dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pengakuan ISPO di tingkat internasional. Dengan begitu, proses sertifikasi akan lebih terintegrasi dan efisien,” jelasnya.

