Jakarta, mediaperkebunan.id – Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di dalam negeri pada periode Juli 2025 naik sebanyak 6 persen bila dibandingkan produksi pada bulan sebelumnya, Juni 2025.
Pihak Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menerangkan, produksi CPO di periode Juli mencapai 5.113 ribu ton ayah naik 6 persen dari 4.823 ribu ton produksi di bulan sebelumnya.
Dari keterangan resmi yang diperoleh Mediaperkebunan.id, Jumat (26/9/2025), diketahui kalau produksi minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) di dalam negeri pada Juli juga naik 6 persen menjadi 493 ribu ton dari 465 ribu ton.
Secara tahunan atau year on year (YoY) sampai dengan Juli, produksi CPO ditambah PKO tahun 2025 mencapai 33.495 ribu ton atau naik sekitar 11,11 persen lebih tinggi dari produksi tahun 2024 sebesar 30.146 ribu ton.
Total konsumsi dalam negeri mengalami sedikit penurunan, seperti konsumsi oleokimia turun menjadi 185 ribu ton atau -3,65 persen dari bulan sebelumnya sebesar 192 ribu ton. Konsumsi biodiesel turun menjadi 1.051 ribu ton atau -2,69 persen dari bulan Juni sebelumnya sebesar 1.080 ribu ton.
Konsumsi pangan juga turun menjadi 798 ribu ton dari 800 ribu ton pada bulan sebelumnya atau turun sebesar -0,25 persen. Total ekspor produk sawit pada bulan Juli turun menjadi 3.537 ribu ton atau -1,92 persen dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 3.606 ribu ton.
Penurunan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang turun menjadi 2.307 ribu ton dari 2.599 ribu ton pada Juli (-11,26 persen). Lalu diikuti olahan minyak inti sawit yang turun menjadi 164 ribu ton dari 167 ribu ton pada Juli (-1,70 persen).
Sedangkan ekspor CPO mengalami kenaikan menjadi 626 ribu ton dari 418 ribu ton pada bulan Juli (49,75 persen) diikuti juga dengan kenaikan ekspor oleokimia menjadi 438 ribu ton dari 420 ribu ton pada bulan Juli (4,33 persen).
Menurut negara tujuannya, kenaikan ekspor pada bulan Juli dari bulan sebelumnya antara lain India (126 ribu ton), Pakistan (118 ribu ton), Bangladesh (26 ribu ton). Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan China (-165 ribu ton), Afrika (-105 ribu ton), EU-27 (-53 ribu ton), Rusia (-51 ribu ton), Malaysia (-38 ribu ton), dan USA (-7 ribu ton).
Nilai ekspor produk sawit bulan Juli mengalami kenaikan dari US$ 3,636 miliar di bulan Juni menjadi US$ 3,690 miliar pada bulan Juli atau naik sebesar 1,46 persen. Secara YoY sampai dengan Juli, nilai ekspor 2025 mencapai US$ 20,966 miliar lebih tinggi 41,59 persen dari ekspor tahun 2024 sebesar US$ 14,808 miliar.
Peningkatan nilai ekspor yang terjadi karena harga rata-rata Januari-Juli tahun 2025 sebesar US$ 1.191 per ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-Juli tahun 2024 sebesar US$ 1.003/ton Cif Rotterdam.
Dengan stok awal bulan Juli sebesar 2.530 ribu ton, produksi CPO plus PKO naik menjadi 5.606 ribu ton, konsumsi dalam negeri turun menjadi 2.034 ribu ton dan ekspor turun menjadi 3.537 ribu ton, stok di akhir Juni naik menjadi 2.568 ribu ton.

