Kendari, mediaperkebunan.id – Kebutuhan miyak kelapa sawit baik untuk pasar dalam negeri terutama program B50 dan ekspor semakin meningkat. Pemerintah saat ini fokus pada intensifikasi dengan PSR dan sarpras pada perkebunan rakat tetapi tidak pernah mencapai target. Perusahaan dengan sumberdaya yang dimiliki juga sedang berusaha untuk meningkatan produktivitas.
Menurut Hendra J Purba, Sekjen Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia, salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan ekstensifikasi. Ekstensifikasi berbasis perkebunan rakyat dengan membangun kebun baru oleh perusahaan dan bermitra dengan rakyat dengan berbagai pola, tanpa harus menebang hutan tetapi memanfaatkan lahan-lahan terlantar
Sejak awal pembangunan kebun dikawal dengan menggunakan benih unggul, penerapan GAP, sustainable sajak pertama dibangun sehingga bersertifikat ISPO ketika sudah menghasilkan. Pengalaman jelek perkebunan rakyat masa lalu jangan terulang, pembangun PIR masa lalu yang berhasil bisa diulang dengan berbagai modifikasi.
Daerah 3T ((Tertinggal, Terluar, Terdepan) adalah wilayah Indonesia dengan pembangunan rendah, geografi sulit, akses terbatas ke layanan dasar yang berbatasan dengan negara tetangga. Salah satu ciri daerah 3T adalah pembangunan ekonomi rendah yang dicirikan dengan pendapatan perkapita rendah.
Wilayah 3T banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang cocok untuk ditanami sawit dengan pola kemitraan. Pengalaman masa lalu dimana rakyat membangun kebun sawit sendiri tanpa campur tangan pemerintah tidak boleh terulang lagi.
Sawit sudah terbukti membuka ekonomi baru. Beberapa wilayah yang dahulu merupakan daerah terpencil sekarang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Ada 16 juta orang yang bekerja di kebun sawit dan hidupnya tergantung pada sawit. Ekonomi Indonesia juga salah satu penopangnya adalah sawit.
Karena itu dengan semangat meningkatkan perekonomian daerah 3T dan meningkatkan kesejahteraan petani lewat sawit POPSI mengadakan Workshop “Meningkatkan Perekonomian Daerah 3T Dengan Kelapa Sawit:. Workhsop diadakan di Kendari, Sulawesi Tenggara hari ini, 5 Mei 2026 dan pada 24 Juni 2026 di Sorong, Papua Barat Daya.
Dua provini bukan sentra sawit tetapi ada perusahaan yang membangun kebun dan PKS, juga petani plasma dan swadaya. Dengan workshop ini diharapkan pengembangan sawit, terutama kebun rakyat baik plasma dan swadaya berjalan baik. Kesalahan lama tidak terulang, daerah meningkat perekonomianya dan petani sejahtera.

