9 December, 2016

Salah satu komponen penting untuk mempercepat perakitan varietas baru kelapa sawit di Indonesia keragaman koleksi plasma nutfah. Dalam rangka tersebut maka Indonesia melakukan pengayaan plasma nutfah dengan memasukkan tanaman asal Amarika Selatan.

Tim yang mewakili konsersium produsen kelapa sawit yang terdiri dari Dwi Asmono, Tony Liwang dan Indra Syahputra Indra melakukan penjelajahan ke Kolombia dan Ekuador dari sejak tanggal 4 Desember 2016 yang lalu. Dengan target mendapatkan akses kelapa sawit jenis elaeis oleifera yang dikenal memiliki karakter positif berupa pertumbuhan meninggi yang lambat, mengandung beta karotin dan iodine yang tinggi.

Menurut Indra dalam wawancara melalui telepon menyebutkan bahwa tim saat ini masih berada d Kolombia dan berhasil mengindentifikasi beberapa keunikan dan beberapa tanaman di kolombia. Salah satunya memiliki ketahanan terhadap bud rod. Tim menduga tanaman ini kemungkinan besar juga memiliki ketahanan terhadap ganoderma.

Karakter unik lainnya, jelas Indra, tanaman sawit yang memiliki ketinggian hanya 2 meter meskipun usianya sudah mencapai 25 tahun. Dari kunjungan ke Hacienda dan Lacabana, Kolombia, tim akan membawa 4 varietas yang merupakan hybrid antara sawit elaeis oleifera dengan elais gunineensis.

Rencananya setelah melakukan eksplorasi ke Kolombia selanjutnya tim akan menuju Ekuador, dan akan kembali di Indonesia pada tanggal 22 Desember 2016. Dari hasil eksplorasi ini diharapkan akan memberikan manfaat pada industri perbenihan kelapa sawit. Salah satu diantaranya meningkatan peluang untuk menghasilkan tanaman kelapa sawit dengan kemampuan meninggi yang lambat, kandungan beta karotin dan iodine yang tinggi serta memiliki ketahanan terhadap ganoderma. YIN

(Visited 191 times, 1 visits today)