Jakarta, mediaperkebunan.id – Cargill mendukung pengadaan kakao bersertifikat di Indonesia dengan menyalurkan sekitar Rp38,8 miliar dalam bentuk premi kepada lebih dari 7.800 petani yang berpartisipasi dalam program sertifikasi Rainforest Alliance, menandai pengembangan berkesinambungan dari program pengadaan kakao di Indonesia. Penyaluran premi ini mencakup sekitar Rp35 miliar untuk petani di Sulawesi Tengah dan Rp3,8 miliar untuk petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Premi ini diberikan sebagai tambahan insentif di luar pendapatan dari penjualan biji kakao dan terkait dengan kepatuhan terhadap standar sertifikasi yang diakui secara internasional, serta merupakan bagian dari program pengadaan kakao perusahaan yang lebih luas. Program ini mendukung petani melalui pelatihan, sertifikasi, dan sistem keterlacakan, sebagai upaya untuk membantu meningkatkan hasil panen, menjaga kualitas biji kakao, serta memperkuat akses ke pasar.
“Memberikan dukungan kepada petani sangat penting dalam membangun rantai pasok kakao yang tangguh dan transparan. Melalui investasi pada pelatihan, sertifikasi, serta pembayaran premi yang terkait dengan standar keberlanjutan terverifikasi, kami dapat membantu petani untuk meningkatkan pendapatan dan produktivitas, sekaligus memperkuat keterlacakan dan keandalan pasokan bagi pelanggan dan mitra kami.”kata Brook Chang, Director, Sustainability, Food APAC, Cargill.
Di Sulawesi Tengah, program ini mendukung lebih dari 5.600 petani, di mana lebih dari 600 petani adalah perempuan. Antara Mei 2023 hingga Februari 2026, sekitar 16.000 metrik ton biji kakao bersertifikat Rainforest Alliance diperoleh dari petani di Kabupaten Parigi Moutong, Poso, dan Morowali Utara.
Di Flores, program ini melibatkan 2.200 petani, dengan sekitar 2.000 metrik ton biji kakao bersertifikat Rainforest Alliance yang diperoleh antara Oktober 2022 hingga Februari 2026 dari petani di Kabupaten Ende, Sikka. Manggarai Timur, dan Flores Timur. Biji kakao bersertifikat ini menjadi bagian dari rantai pasok kakao global Cargill, yang mendukung berbagai pelanggan di sektor makanan dan minuman.
Penyaluran premi ini dilakukan melalui kegiatan Farmer Field Days yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pembelajaran langsung, serta apresiasi bagi petani berprestasi. Di Sulawesi Tengah, kegiatan ini diselenggarakan di Poso dan dihadiri oleh sekitar 1.000 petani.
Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan PT Rayner Anugrah Kemurahan (PT RAK), yang dipimpin oleh Ferdy Wongkar, seorang pedagang kakao yang memegang sertifikat Rainforest Alliance dan telah bekerja sama dengan Cargill sejak 2018 untuk mendukung petani kakao dalam memenuhi persyaratan sertifikasi. Melalui kemitraan ini, petani mendapatkan pelatihan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), pendampingan dan bantuan teknis, serta akses ke sistem keterlacakan digital. PT RAK juga mengelola enam kebun percontohan dan lima pembibitan yang menghasilkan hingga 30.000 bibit kakao untuk mendukung rehabilitasi dan penanaman kembali.
“Melalui pelatihan dan dukungan yang kami terima, kami belajar bagaimana mengelola kebun dengan lebih baik, mulai dari penggunaan bibit berkualitas hingga penerapan teknik budidaya yang lebih tepat. Hal ini membantu kami meningkatkan hasil panen dan kualitas kakao. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan persyaratan pasar yang lebih jelas, petani menjadi lebih percaya diri dalam menjaga kebun dan memperkuat pendapatan mereka dari waktu ke waktu,” ujar Ferdy Wongkar, pedagang kakao sekaligus pemegang sertifikat Rainforest Alliance.
Sertifikasi Rainforest Alliance yang digunakan oleh petani dalam program ini mendukung transparansi di seluruh rantai pasok kakao melalui pencatatan di tingkat kebun, keterlacakan, dan verifikasi independen. Hal ini memungkinkan kakao dari petani peserta sertifikasi memenuhi persyaratan pasar global dan menjaga akses yang konsisten ke pembeli.

