22 September, 2020

SURABAYA, Media Perkebunan.id

Guna menjaga pasok tebu yang cenderung kian berkurang, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X terus berupaya melakukan perluasan lahan tebu. Salah satunya melalui kerjasama sewa lahan milik Kejaksaan Agung yang berlokasi di Jawa Timur. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian sewa oleh Direktur PTPN X, Aris Toharisman dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Mohamad Dofir, Senin (21/9).

Lahan yang disewa seluas 47 Ha berlokasi di Desa Gading dan Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. Kerjasama sewa lahan ini berlangsung selama lima tahun hingga 20 September 2025.

Nantinya, lahan ini akan ditanam tebu yang pengelolaanya ditangani langsung oleh Pabrik Gula (PG) Gempolkrep. PTPN X menargetkan mampu memproduksi 3.384 ton setiap kali masa panen, yang nantinya akan digilingkan di PG Gempolkrep.

“Adanya kerjasama ini tentunya akan menambah jumlah luasan lahan dari PTPN X, yang akan berdampak pada peningkatan ketersediaan tebu giling untuk PG PTPN X,” terang Aris Toharisman.

Aris optimis bahwa target-target on farm pada lahan ini akan tercapai, sehingga akan meningkatkan target produksi PG Gempolkrep. Evaluasi dan perbaikan pabrik yang kontinyu guna menekan losses dan meningkatkan efisiensi proses juga akan mendukung pencapaian target produksi.

Sebelumnya, sejak 2016 PTPN X juga telah menjalin kerjasama dengan Perhutani untuk program Agroforestry, saat ini area yang sedang dikelola mencapai 724 Ha, tersebar di KPH Mojokerto, KPH Bojonegoro, dan KPH Jombang. Ke depannya, PTPN X akan terus meningkatkan kerjasama dengan beberapa pihak guna memperluas area tebu.

Aris juga mengharapkan agar seluruh perusahaan gula di Jawa Timur terus mengembangkan area tebu, mengingat tren penyusutan area terus berlangsung yang kemudian akan berdampak terhadap berkurangnya produksi gula di Jawa Timur.

(Visited 55 times, 1 visits today)