Simpang Tiga Redelong, mediaperkebunan.id – Perkebunan kakao milik rakyat yang banyak terdapat di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, diharapkan bisa dikembangkan untuk kegiatan agrowisata serta penciptaan berbagai produk turunan melalui program hilirisasi. Harapan tersebut disampaikan oleh Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, saat membuka acara.
“Duek Pakat Kakao Aceh (DPKA) Ke-XII 2025” yang berlangsung di perkebunan kakaoilik petani di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Timang Gajah, beberapa hari yang lalu. Acara itu dihadiri oleh banyak pihak secara langsung, seperti Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh, Ir. Cut Huzaimah MP, perwakilan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bener Meriah.
Lalu ada juga para pejabat di jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Bener Meriah seperti Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Armansyah SE MSi, para asisten di jajaran Sekretariat Daerah (Setda), dan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Ir Abadi. Berikutnya turut hadir Ketua Forum Kakao Aceh Ir. Lilis Indriansyah MP, Direktur Mars Fay Fay Coy., Forum Konservasi Leuser Faisal, Dekan Pertanian Unimal Dr. Baidawi, Dr. Elvrida Roza., Direktur Eksekutif Bytra Muhadi bersama tim., dan peserta Forum Kakao Kabupaten/kota se-Aceh.
Bupati Ir. H. Tagore Abubakar mengharapkan kegiatan Duek Pakat Kakao Aceh dapat memberikan dampak positif berupa pengembangan sektor kakao.
“Kami juga berharap terjadi peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan ekonomi di Bener Meriah melalui inovasi berupa agrowisata dan hilirisasi produk kakao atau cokelat,” kata Bupati.
“Kami dari Pemkab Bener Meriah juga berharap dan mendorong para petani agar bersemangat dalam merawat kebun kakao mereka,” tutur Bupati Tagore Abubakar lebih lanjut Dirinya yakin kegiatan DPKA ke-XII akan melahirkan pemikiran yang objektif dan menjadi komitmen bersama, sehingga cokelat Aceh semakin berkembang dan petani kakao sejahtera.
Sebelumnya Kadistanbun Aceh cut Huzaimah, dalam pidatonya berharap kegiatan DPKA nantinya dapat menghasilkan kontribusi, sumbangsih, pendapat, dan pikiran dari seluruh peserta untuk mengembalikan kejayaan kakao Aceh seperti di era tahun 1990-an.
Ketua Forum Kakao Aceh (FKA) Lilis Indriani dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasihnya kepada Pemkab Bener Meriah yang telah memfasilitasi kegiatan DPKA ke-XII Tahun 2025. Lilis juga menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar yang memiliki komitmen besar dalam memajukan dunia pertanian dan perkebunan, termasuk perkebunan kakao, di Kabupaten Bener Meriah.
Usai pembukaan secara seremonial, acara dirangkai dengan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara FKA dengan sejumlah Fakultas Pertanian (Faperta) di berbagai kampus di Provinsi Aceh Seperti Faperta Universitas Syah Kuala (Unsyiah Banda Aceh), Faperta Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (Unimal), Faperta Universitas Teuku Umar, Faperta Universitas Abulyatama.
Berikutnya adalah Faperta Universitas Iskandar Muda (UIM) Faperta Universitas Samudra Langsa (USL), dan Faperta Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UIKI).

