Pekanbaru, mediaperkebunan.id – Kenapa di Provinsi Riau terjadi perbedaan penetapan harga pembelian tandan buah segar (TBS) antara yang diproduksi oleh petani kelapa sawit mitra plasma dengan mitra swadaya untuk periode 28 Mei – 3 Juni 2025?
Jawabannya ternyata ada pada hasil penetapan harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan inti sawit atau palm kernel (PK), serta sejumlah komponen lainnya, yang diproduksi oleh mitra plasma dan mitra swadaya itu untuk periode yang sama.
Dari pengumuman resmi pihak Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, seperti keterangan resmi yang diperoleh Mediaperkebunan.id, Selasa (27/5/1025) malam, diketahui bahwa untuk mitra plasma diketahui kalau harga CPO naik, tetap harga PK justru masih turun dalam jumlah besar.
Sebaliknya, harga CPO dan PK berdasarkan pengolahan TBS yang diproduksi oleh para petani kelapa sawit mitra swadaya di Riau untuk periode 28 Mei – 3 Juni 2025 tersebut justru kompak mengalami penurunan.
Menurut Kepala Disbun Riau, Syahrial Abdi, harga cangkang kelapa sawit yang ditetapkan berlaku untuk satu bulan ke depan, Juni 2025, dengan harga sebesar Rp 18,62 per Kg.
Pada periode ini, kata Syahrial Abdi, besaran persentase Indeks K untuk sebulan ke depan ditetapkan sebesar 93,05 persen, dan kemudian harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp 19,56 per Kg.
Tetapi di saat yang sama diketahui kalau harga penjualan PK pada minggu ini justru mengalami penurunan sebesar Rp 586,36 per Kg dari harga PK pada periode minggu yang lalu.
Kata dia, hal ini terjadi karena ada beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) di beberapa kabupaten dan. Kota di Provinsi Riau yang justru tidak melakukan penjualan CPO dan PK sama sekali.
Karena itu, kata Syahrial Abdi, berdasarkan regulasi tentang penetapan harga pembelian TBS seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 1 tahun 2018 pasal 8, maka harga CPO dan PK yang digunakan adalah harga rata-rata yang dihitung oleh tim dari Disbun Riau.
“Namun, apabila terkena validasi 2 maka digunakanlah harga rata-rata hasil tender di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau tender PTP,” ungkap Syahrial Abdi.
Nah, dari proses tersebut, pihaknya menghitung kalau harga rata-rata CPO hasil tender PT KPBN periode ini adalah sebesar Rp 13.339 per Kg.
“Kemudian harga penjualan PK periode ini masih menggunakan harga rata-rata hasil tender PT KPBN periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 13.988 per Kg,’ ucap Syahrial Abdi.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh timuntuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga kernel,” tuturnya lebih lanjut.
Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Disbun Riau, Defris Hatmaja, menyebutkan tim penetapan telah menetapkan harga cangkang kelapa sawit sebesar Rp 25,67 per Kg.
Harga cangkang kelapa sawit tersebut, sambung pria yang menjabat sebagai ketua tim penetapan harga TBS pekebun bermitra di Riau, akan berlaku untuk satu bulan ke depan atau hingga Juni 2025.
“Sementara itu, besaran persentase Indeks K yang digunakan untuk periode ini adalah indeks K satu bulan ke depan, yaitu sebesar 92,42 persen,” tambah Defris Hatmaja lagi.
Kata Defris, harga penjualan CPO mitra swadaya ditetapkan sebesar Rp 13.290,98 per Kg. Akan tetapi lebih menggembirakan lagi, harga PK naik signifikan sebesar Rp 223 per Kg menjadi Rp 13.173 pe Kg.
I. Berikut ini harga CPO dan PK per Kg produksi mitra plasma Provinsi Riau nomor 15 periode 28 Mei – 3 Juni 2025:
Indeks K : 93,05 persen (sebelumnya 92,42 persen, naik 0,63 persen)
Biaya Operasional Tidak Langsung (BOTL) : 1,36 persen (tetap)
Harga CPO : Rp 13.290,98 (sebelumnya Rp 13.271,43, + Rp 19,55)
Harga Kernel : Rp 12.369,06 (sebelumnya Rp 12.955,42, – Rp 586,36)
Harga Cangkang : Rp 18,62 (tetap)
II. Berikut ini harga CPO per Kg produksi mitra swadaya Provinsi Riau nomor 14 periode 28 Mei – 3 Juni 2025 :
Indeks K : 92,42 persen (tetap)
Biaya Operasional Tidak Langsung (BOTL) : 0,42 persen (tetap)
Harga CPO : Rp 13.290,98 (sebelumnya Rp 13.354,11. – Rp 63,13)
Harga Kernel : Rp 13.173 (sebelumnya Rp 12.950, + Rp 223)
Nilai Cangkang : Rp 25,67 (tetap)

