Bandung, mediaperkebunan.id – Dalam ajang 3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025, praktisi sawit yang merupakan anggota Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan, Ir. Edward Silalahi, MM, membagikan wawasan mendalam mengenai strategi efisiensi karnel loss di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dengan fokus pada optimalisasi proses sterilisasi dan pengolahan lanjutan.
“Perubahan fisik dan kimia yang terjadi saat sterilisasi, seperti pelunakan lapisan serat dan retak thermal pada cangkang, sangat memengaruhi kemudahan pemisahan kernel. Ini berarti cangkang yang sudah retak akan membutuhkan energi lebih rendah untuk dipecah, sekaligus mengurangi risiko kernel hancur,” jelas Edward dalam presentasinya.
Menurutnya, proses sterilisasi yang tepat meningkatkan efisiensi pemisahan kernel dan cangkang hingga 95%, dibandingkan hanya 70–80% tanpa sterilisasi optimal.
Edward menegaskan bahwa kontrol kualitas TBS (Tandan Buah Segar) menjadi kunci pertama. “TBS harus matang kalau mau sempurna. TBS mentah menyebabkan serat sulit terurai dan mengganggu proses pemisahan,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemeliharaan peralatan secara konsisten juga sangat penting. Ia menambahkan, “Walaupun lambat laun, perubahan tetap harus dilakukan”.
Dalam materi yang disampaikan, Edward menjabarkan berbagai mesin dan komponen penting dalam pemisahan kernel, seperti:
- Ripple Mill: dengan efisiensi yang idealnya di atas 98%
- Claybath dan Hydrocyclone: sebagai media pemisahan berbasis berat jenis
- LTDS (Light Tenera Dust Separator): untuk pemisahan lanjutan kernel dan cangkang
- Fibre Cyclone & Nut Polishing Drum: untuk mengurangi fiber dan material asing
Setiap tahapan pemisahan ditentukan oleh berbagai parameter penting seperti kecepatan udara, densitas kernel, efisiensi pemecahan, dan performa fan. Tanpa kalibrasi dan kontrol yang tepat, potensi kerugian (losses) kernel terhadap TBS bisa meningkat secara signifikan.
Rekomendasi Teknis untuk Minimalisasi Kernel Loss
Sebagai penutup, Edward menyampaikan serangkaian rekomendasi teknis bagi industri PKS:
- Pastikan TBS matang dan seragam
- Sterilisasi harus optimal dan terukur
- Lakukan pengecekan rutin pada ripple mill dan komponen claybath/hydrocyclone
- Preventive maintenance harus konsisten, termasuk perbaikan kebocoran dan penggantian spare part
- Hindari kebocoran minyak, baik di stasiun press maupun pemisahan kernel
“Minyak juga kuncinya di sana, hindari kebocoran, di kernel juga. Consumption ke TBS jadi berkurang,” pungkasnya.
Dengan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, Ir. Edward Silalahi berharap industri sawit dapat meminimalkan kernel loss dan meningkatkan efisiensi proses tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir.

