Pontianak, mediaperkebunan.id – Penelitian tentang perkembangan dan manfaat dari program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dilakukan beberapa pihak diharapkan memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan atau stakeholder yang terkait dengan industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
Harapan tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi UGM, Senin (9/6/2025), diungkapkan oleh Prof Dr Pujo Semedi Hargo Yuwono dari Program Studi (Prodi) Strata-1 (S-1) Jurusan Antropologi Budaya, UGM, belum lama ini.
Prof Dr Pujo Semedi Hargo Yuwono menyampaikan hal itu terkait dengan penelitian yang dilakukan dua anak didiknya yang kuliah di Jurusan Antropologi Budaya, bersama seorang mahasiswa dari University of Zurich bernama Tobias Graf.
Adapun lokasi penelitian yang dipilih para mahasiswa tersebut adalah di Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Selaku dosen pembimbing dalam penelitian tersebut, Prof Dr Pujo Semedi Hargo Yuwono menjelaskan bahwa riset peremajaan sawit ini menggunakan metode observasi partisipasi atau etnografi.
Dengan demikian, kata Dr Pujo, hal ini bisa memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk tinggal bersama dengan masyarakat khususnya para petani dan elemen terkait lainnya.
“Hal ini memungkinkan mahasiswa saya untuk bisa turut merasakan, mengalami, dan menjalani kehidupan sebagai masyarakat Desa Pampang Dua.
Dr Pujo juga menambahkan bahwa metode ini penting untuk dilakukan guna mengasah kepekaan mahasiswa dalam memahami rasa, pemikiran, serta hubungan sosial yang terjadi di masyarakat.
“Harapannya hasil penelitian ini tidak hanya menjadi data untuk tugas akhir mahasiswa saja, tapi bisa bermanfaat bagi para stakeholder untuk mewujudkan perkebunan sawit yang berkelanjutan,” imbuh Pujo.
Bagi Ana Choirina Afdila dan Muhammad Fahmi Rafsanjani, penelitian yang mereka lakukan ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa untuk menambah pengalamannya dalam penelitian lapangan.
Penelitian ini juga, kata Ana Choirina Afdila, bisa memberikan tantangan tersendiri bagi mereka lantaran penelitian sosial terkait replanting kelapa sawit di Indonesia belum banyak dilakukan.
Selain itu, akunya lagi, penelitian kolaborasi dengan mahasiswa dari University of Zurich juga menjadikan penelitian kedua mahasiswa Antropologi Budaya UGM di Provinsi Kalimantan Barat ini lebih berkesan.
“Harapannya, penelitian ini tidak hanya akan menjadi data bagi skripsi saya, tapi saya ingin menunjukan dinamika sosial yang terjadi pada petani kelapa sawit,” ucap Ana Choirina Afdila.
“Khususnya terkait replanting yang begitu kompleks, karena aspek ekologi, politik, dan ekonomi yang saling berkorelasi,” tegas Ana Choirina Afdila.

