19 December, 2020
Bagikan Berita

Jakarta, mediaperkebunan.id – Para penangkar kelapa genjah siap mendukung program pengembangan komoditas kelapa genjah pada tahun depan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.
Para penangkar dari 5 provinsi di Indonesia siap mendukung program pengembangan kelapa genjah yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dengan menyediakan bibit-bibit unggul dari daerah masing-masing.

Zulham, Produsen Kelapa Genjah dari Sumatera Utara menyebutkan, pihaknya siap untuk memasok 70.000 batang bibit Kelapa Genjah Pandan Wangi sepanjang 2021 nanti.

“Jumlah bibit yang bisa kami salurkan mulai Januari –Desember 2021 sebanyak 70.000 batang dengan potensi siap salurnya sebanyak 6.000 batang per bulan,” kata Zulham dalam webinar dengan pihak Direktorat Jenderal Pekebunan.

Lebih lanjut menurut Zulham harga bibit kelapa genjah pandang wangi polibag Rp. 170.000, karena saat ini permintaan terhadap kelapa genjah di masyarakat cukup tinggi.

Selain itu, pengembangan produksi kelapa genjah juga termasuk dalam program pengembangan hasil perkebunan yang digaungkan oleh pemerintah.

Sementara itu, Petani dan Penangkar Kelapa Genjah asal Bali Gede Sukrasuarnaya menyebutkan pihaknya mampu menyediakan 100.000 batang bibit Kelapa Genjang Kuning Bali untuk tahun depan.
Selain Zulham dan Gede, adapula Nawang Suryani asal Jawa Tengah yang menyebutkan pihaknya mampu mensuplai hingga sekitar 30.000 batang bibit Kelapa Genjah Entok, Petrus Tjandra dari Minahasa Selatan mampu menyediakan 140.000 bibit Kelapa Genjah Kuning Nias dan Ruslan dari Pati, Jawa Timur yang mampu menyediakan 35.000 bibit Kelapa Genjah Kopyor sepanjang 2021.

“Rencana siap salur pada September sampai Desember 2021,” kata Ruslan.

Besarnya minat akan bibit kelapa genjah ini lantaran produk ini masuk dalam kategori bibit unggul berilai ekonomi tinggi. Ruslan menuturkan bahwa saat ini harga bibit kelapa genjah kopyor di pasar dijual Rp65.000 untuk bibit yang sudah ada dalam polybag. Demikian juga dengan kelapa genjah entok, kelapa genjah kuning Bali, oleh produsen benihnya dipasarkan dijual dengan harga Rp. 65.000.

Baca Juga  Harga Sawit Riau Naik Rp106,81 per Kg

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan saat ini tengah melakukan identifikasi calon sumber bibit dari kebun kelapa genjah yang ada di daerah. Mengutip dari Situs Kementerian Pertanian, kebutuhan bibit kelapa genjah untuk merealisasikan Program Pembangunan Kelapa Genjah di Lahan Pekarangan di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan mencapai 5.000.000 batang.

Pengembangan progam ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi petani kelapa Indonesia dan mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia.

Adapun, kelapa genjah dipilih karena komoditas ini bisa menghasilkan buah lebih cepat dibandingkan tanaman kelapa dalam. Jika kelapa dalam baru mulai berbuah pada usia tanam 6-8 tahun, maka kelapa genjah sudah menghasilkan buahnya pada usia tana 3-4 tahun.

Selain itu, tinggi tanaman serta ukuran buah juga menjadi faktor lain. Kelapa genjah pada umumnya memiliki batang yang lebih pendek yakni sekitar 12 meter sementara itu tinggi kelapa dalam bisa mencapai 30 meter.

Di sisi lain, meskipun ukuran maksimal buah kecil kelapa genjah hanya mencapai 1,5 kilogram per butir tetapi jumlah buah per pohonnya bisa mencapai 140 butir per tahun. Sementara itu, kelapa dalam mampu menghasilkan buah berukuran 1,5-2,5 kilogram per butir tetapi jumlah buah per pohonnya hanya mencpai 90 butir per tahun.

Kelapa genjah sendiri bisa dinikmati dengan meminum airnya, khususnya untuk buah yang masih muda sedangkan buah yang sudah cukup tua bisa diambil santannya. Untuk memberikan nilai tambah, nira kelapa genjah juga bisa disadap dan diolah menjadi gula kelapa. Keunikan kelapa genjah membuat permintaan di masyarakat cukup tinggi dan turut meningkatkan kebutuhan bibit tanaman eksotik tersebut. (YIN)

(Visited 108 times, 1 visits today)