Pangkalpinang, mediaperkebunan.id – Pemerintah provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka dan Belitung (Babel) secara terbuka mengungkapkan rencana proyek perkebunan kelapa bulat dan melibatkan para petani setempat.
Rencana tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi RRI, Rabu (13/8/2025), diungkapkan sendiri oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani, di Pulau Belitung, Selasa (12/8/2025).
Hal tersebut dia kemukakan saat berdialog dengan masyarakat yang berprofesi sebagai pekebun dan tergabung dalam sejumlah kelompok tani (Poktan).
Menariknya, pertemuan yang digelar kali ini merupakan pertemuan yang kedua. Artinya, sudah ada pertemuan pertama yang diupayakan Gubernur Hidayat Arsani agar masyarakat mau bercocoktanam kelapa bulat.
Proyek itu sendiri dinamai oleh Gubernur Babel dengan istilah program investasi perkebunan kelapa, dan diproyeksikan bisa memberikan keuntungan signifikan bagi masyarakat, terutama pemilik lahan.
Dalam pertemuan tersebut Gubernur juga mengikutsertakan sejumlah investor. Jadi, dalam proyek ini, Pemprov mempertemukan investor sebagai pemilik modal dan masyarakat sebagai pemilik lahan.
“Dari perhitungan produksi, petani dapat meraih pendapatan hingga Rp 13,5 juta per hektar (Ha) setiap panen,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.
Gubernur Hidayat Arsani menjelaskan lebih lanjut, dalam satu Ha lahan akan ditanami 180 batang pohon kelapa. Setiap pohon diperkirakan menghasilkan 15 butir kelapa, sehingga total produksi mencapai 2.700 butir per Ha.
“Dengan harga proyeksi Rp 25.000 per butir, nilai produksi diperkirakan mencapai Rp 67,5 juta per Ha,” ucap Gubernur Hidayat Arsani.
Dari total itu, kata Gubernur, hak petani yang setara 20 persen keuntungan mencapai Rp 13,5 juta per Ha per bulan. Ini potensi yang bisa dirasakan masyarakat dari program ini,” kata Hidayat.
Gubernur Arsani Hidayat bilang, selain memberikan tambahan pendapatan, proyek ini juga akan menyerap hingga 50 ribu tenaga kerja dan memanfaatkan lahan tidak produktif di Provinsi Babel.
“Penanaman tahap awal akan dimulai pada tahun ini di Selat Nasik, Belitung, dengan luas 1.000 Ha,” ungkap Gubernur Arsani Hidayat.
Sementara itu perwakilan dari investor, Wardinam, menegaskan pihaknya akan langsung menanam kelapa super tanpa uji coba, karena bibit yang digunakan sudah teruji kualitasnya.
Hasil kelapa dari petani lokal nantinya akan ditampung sepenuhnya oleh pabrik pengolahan yang akan dibangun di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
“Tidak akan ada kelapa yang terbuang. Semua akan diolah, mulai dari santan, minyak, hingga batoknya yang bisa diekspor,” ujarnya.
Sementara itu, warga Belitung, Rheno, menyambut baik rencana ini. Menurutnya, peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja dari proyek kelapa dapat membawa perubahan besar bagi perekonomian masyarakat.
“Kalau memang benar bisa memberi penghasilan bulanan yang pasti, ini kabar baik bagi kami. Selain itu, lahan yang selama ini terbengkalai bisa bermanfaat,” tegas Rheno.

