1 July, 2020

Beradaptasi dengan pandemic Covid-19 tidak hanya dilakukan dengan membudayakan hidup bersih, namun proses belajar mengajar di berbagai tingkat pendidikan juga harus beradaptasi. Pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh civitas academica INSTIPER untuk beradaptasi dengan cara perkuliahan daring sejak Maret 2020 lalu untuk mencegah penularan Covid-19. Mau tidak mau, siap tidak siap, perkuliahan daring harus dilaksanakan.

Untuk meningkatkan pelayanan pembelajaran daring INSTIPER Yogyakarta telah membangun fasilitas studio virtual conference sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan INSTIPER dalam melaksanakan kuliah daring, yang sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak awal tahun 2020 sebelum pandemi Covid-19 terjadi dan dipercepat dengan adanya pandemi ini. Studio virtual conference yang terletak di lantai 3 gedung Perpustakaan Pusat INSTIPER tersebut terdiri dari 3 studio meeting room personal dan 1 studio utama. Pada setiap studio telah dilengkapi dengan perlatan yang menunjang perkuliahan daring seperti: smart TV, kamera, dan mini PC, microphone, dan pen tablet. Pada saat ini juga sedang dibangun 2 studio ukuran medium yang dapat digunakan untuk perkuliahan, seminar, dan ujian online serta kepentingan video conference lainnya.

Dian Pratama Putra selaku pengelola studio virtual conference dan ketua tim video conference menyampaikan, “Studio utama memiliki kapasitas 10-15 orang yang dilengkapai dengan smart TV berukuran 75”, web cam logitech 1080p, dan microphone. Sedangkan pada studio personal yang memiliki ukuran ruangan 2×2 meter dapat digunakan oleh dosen untuk kuliah secara personal yang dilengkapi papan tulis selayaknya kuliah tatap muka yang diperlukan dosen untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa, selain itu kami juga menyediakan pen tablet untuk membantu dosen untuk mencorat-coret layar presentasi”.

Maria Ulfah, Wakil Rektor Bidang Akademik, menjelaskan “Dengan dibangunnya prasarana studio virtual conference, diharapkan dosen dapat melaksanakan kuliah daring secara optimal. INSTIPER berusaha memfasilitasi sarana dan prasarana bagi dosen untuk dapat menjalankan kuliah online secara optimal di kampus. Namun jika dosen terpaksa harus menyelenggarakan kuliah daring secara mandiri dari rumah masing-masing kami juga memperkenankan hal tersebut, namun dengan tetap menggunakan standar studio virtual conference, demi menjaga kualitas pembelajaran”.

Selain membangun studio virtual conference, INSTIPER juga membangun kelas paralel yang memadukan kuliah daring dan luring. Pembangunan kelas paralel ini merupakan persiapan INSTIPER untuk menuju masa New Normal, dimana nantinya sebagian mahasiswa dapat mengikuti kuliah tatap muka atau luring di kelas bersama dosen dan sebagian lagi mengikuti kuliah daring dari luar ruang kuliah. Mahasiswa yang berada di luar kelas dapat mengakses materi kuliah yang sama yang didapatkan oleh teman-temannya di dalam kelas karena kuliah tersebut ditampilkan secara live sehingga mahasiswa dapat tetap mengikuti kuliah dari kos atau di area kampus INSTIPER. Pembangunan studio virtual conference ini juga dipersiapkan untuk mensikapi tuntutan era industri 4.0 maupun dalam rangka menyambut kampus merdeka dan merdeka belajar.

Kelas paralel ini dilengkapi dengan fasilitas berupa PC, kamera, microphone, layar dan LCD. Pada saat ini telah selesai dibangun 1 kelas paralel di Fakultas Pertanian dan sedang dikerjakan pembangunan 15 kelas paralel yang lain di Fakultas Pertanian, Teknologi Pertanian, Kehutanan, dan laboratorium.

“Pembangunan kelas paralel ini merupakan upaya untuk menuju hidup New Normal, dimana mahasiswa yang bisa mengikuti kuliah tatap muka hanya setengah dari kapasitas ruang sebelumnya. Ruang kelas yang sebelumnya digunakan untuk 40 mahasiswa, besok hanya diperkenankan diisi sebanyak 15-20 orang mahasiswa sehingga mahasiswa yang lain mengikuti kuliah secara daring”, terang Maria Ulfah.

Supaya pembelajaran daring dapat berjalan lancar, menurut Harsunu Purwoto selaku project owner Instalasi Backbone, INSTIPER saat ini juga telah memperkuat jaringan internet di kampus melalui pembangunan IT-Backbone dan pengadaan server. INSTIPER juga berencana memasang jaringan Internet menggunakan Wireless Radio di lingkungan kos mahasiswa yang dapat diakses oleh mahasiswa INSTIPER yang tinggal sekitar kampus hingga radius 5 km. Hal ini untuk menunjang perkuliahan daring pasca pandemi Covid19. Dengan demikian proses perkuliahan dapat berlangsung dengan baik.

Bukan hanya fasilitas pembelajaran daring saja yang sudah disiapkan INSTIPER untuk menuju masa New Normal pascapandemi covid-19, tetapi perbanyakan sarana cuci tangan di setiap pintu masuk gedung fakultas, perpustakaan, laboratorium, maupun gedung lain di INSTIPER juga sudah disediakan, demikian juga hand sanitizer, terang Dyah Ully Parwati selaku Wakil Rektor bidang sarana dan prasarana.

Tantri Swandari sebagai kepala UPT Laboratorium menyampaikan bahwa telah dilakukan optimalisasi peran laboratorium sebagai penyedia disinfektan dan hand sanitizer sebagai supporting dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus.

Semua yang disiapkan INSTIPER untuk pembelajaran daring ini merupakan jawaban dari kegundahan orang tua calon mahasiswa baru INSTIPER yang sering menanyakan proses pembelajaran mahasiswa baru INSTIPER selama dan pasca pandemi Covid19. Penerimaan Mahasiswa Baru INSTIPER sendiri dilakukan secara online melalui pmb.instiperjogja.ac.id sampai 30 Agustus 2020.

(Visited 343 times, 1 visits today)