Kubu Raya, mediaperkebunan.id – Buku Biografi Gamal Nasir (Dirjen Perkebunan 2010-2016), “Mengembalikan Kejayaan Perkebunan” diluncurkan seusai pembukaan 5th IPOSC di Kubu Raya. Hendra J Purba, Pemimpin Usaha Media Perkebunan menyatakan buku ini dibuat sebagai penghormatan kepada Gamal Nasir yang sampai akhir hidupnya merupakan pemimpin umum Media Perkebunan.
“Buku ini lahir atas permintaan beliau. Ketika saya mendampingi beliau ke Lampung ikut acara Pak Sudin, Ketua Komisi IV DPR-RI, ketika sarapan pagi beliau berkata Pak Hendra buat buku biografi saya ya, tetapi diterbitkan ketika saya sudah tidak ada,” kata Hendra.
Seiring waktu Pak Gamal menceritakan kondisi sebenarnya, sudah belasan tahun cuci darah 3 kali seminggu. “Saya kaget karena sering mendampingi beliau ke daerah sangat bersemangat sekali. Ini juga jadi dilemma kalau saya tanya-tanya soal kehidupan beliau seolah-olah ingin beliau cepat tidak ada,” katanya.
Dalam berbagai kesempatan mencoba memancing apa saja soal kehidupan beliau pada masa lalu, apa saja obsesinya beliau untuk kejayaan perkebunan Indonesia. Hal yang mengesankan pada beliau adalah keberpihakannya pada petani. Pak Gamal sebagai Dirjen yang tanda tangan pengukuhan pengurus asosiasi petani dan memfasilitasi asosiasi petani.
Heru Tri Widarto, Sekretaris Ditjen Perkebunan menyatakan mulai tahun ini perkebunan mendapat perhatian dari Menteri Pertanian dengan anggaran tahun 2025 Rp5 triliun, 2026 Rp5,9 triliun, 2027 Rp9,95 triliun. Kondisi ini tidak terlepas dari perjuangan senior -senior seperti almarhum Gamal.
“Almarhum Gamal paham betul, subsektor perkebunan merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia yang tahan banting. Pada waktu Covid tetap memberikan kontribusi positif dan menjadi jaring sosial,” katanya.
Heru menjadi CPNS di Ditjenbun pertama kali bertugas di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan. Kemudian tahun 2007 ketika Pak Gamal jadi Sesditbun dipindahkan ke Ditjebun Jakarta. Hal yang paling mengesankan dari Gamal Nasir bagi Heru adalah pembawaanya yang tenang.
Dengan emosional Heru menuturkan bahwa Gamal lah yang mempromosikan dia menjadi eselon III dan menjadi titik balik dari karirnya sehingga menduduki posisi seperti sekarang. “Pak Mentan pernah menyatakan kamu seperti Dirjen yang dulu Pak Gamal , mungkin karena pembawaannya sama. Padahal kalau marah anak buah saya juga takut,” katanya.
Gamal Nasir merupakan putra terbaik bangsa dan Kementerian Pertanian, menjadi Dirjen Perkebunan sangat lama di bawah 3 menteri. Semua asosiasi petani kelapa sawit Apkasindo, Apkasindo Perjuangan, Aspekpir, SPKS. POPSI juga GAPKI pernah merasakan jasanya. Kebaikan Gamal Nasir semoga menjadi amal jariahnya dan akan diteruskan semua juniornya yang masih berkiprah di Ditjenbun.
Seperti Gamal Nasir yang selalu berupaya mengembalikan kejayaan perkebunan, demikian semangat juniornya di Ditjen Perkebunan sekarang. Semangat ini dituangkan dalam lagu yang akan dirilis yang salah satu liriknya perkebunan dulu pernah berjaya, sekarang masih berjaya, kedepan akan berjaya.
Presiden Prabowo Subianto sangat memahami untuk membangkitkan perekonomian lewat perkebunan harus ada kemitraan antara pekebun dan perusahaan. Saat ini sedang dalam rancangan bagaimana supaya PTPN III Holding kembali membangun kebun inti dan plasma juga perusahaan perbunan swasta khusus sawit. Komoditas yang jadi fokus adalah kelapa, kakao, kopi, tebu, jambu mete dan pala. Semuanya sesuai dengan cita-cita mengembalikan kejayaan perkebunan dan peranan almarhum Gamal Nasir sangat besar.
Pihak keluarga yang diwakili oleh Dwi Nuswantoro, menantu, dan Ibu Henny Gamal mengucapkan terimakasih atas perhatian semua pihak atas terbitnya buku ini. “Kebaikan beliau ternyata menyebar dan dirasakan oleh banyak orang baik petani, perusahaan, asn baik pusat maupun daerah dan lain-lain. Semoga semua kebaikan menjadi amal jariah bagi beliau,” kata Dwi.
Pada akhir acara Henny Gamal membagikan buku biografi Gamal Nasir pada Deputi Karantina Pertanian, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, GAPKI dan Ketua-Ketua Asosiasi Petani Sawit.

