26 August, 2020

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Para pekebun diminta menyiapkan diri untuk mencegah dan mengatasi kebakaran di sekitar areal perkebunan. Untuk itu semua pihak diharap berkolaborasi dan bekerjasama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Demikian dikatakan Direktur Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Ardi Praptono, dalam diskusi webinar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertema “Persiapan Industri Sawit Hadapi Karhutla di Tengah Pandemi COVID-19” di Jakarta, Selasa (25/8/2020)

Ardi menyebutkan, berdasarkan laporan Dinas Perkebuan daerah hingga Agustus 2020 tercatat 1.396 hektar (Ha) lahan perkebunan yang terbakar masing-masing 71,61 Ha milik perusahaan dan 1.324,38 Ha lahan milik masyarakat. “Namun ini tidak spesifik perkebunan sawit,” tukasnya.

Dalam pencegahan Karhutla, Ardi menyatakan, Kementan secara aktif melakukan sosialisasi regulasi dan penerapan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) di enam provinsi rawan Karhutla yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Selain itu, lanjut Ardi, pihaknya membentuk Brigade Karlabun dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) sebanyak 3.181 orang. Hingga tahun 2019, telah terbentuk 17 Brigade Kartabun dengan total jumlah personel 1.051 dan 142 KTPA dengan anggota petani sebanyak 2.130 orang.

Ardi mengungkapkan, tahun 2020 ini Kementan menyiapkan dana pencegahan Karhutla sebesar Rp 4,55 miliar. Anggaran itu turun dari rencana semula yakni Rp12,1 miliar. Hal ini terkait pandemi Covid-19, sehingga diefisienkan.

Dari anggaran tersebut sudah dibuat demplot pembukaan lahan perkebunan tanpa membakar di Kalimantan Tengah. Fokus lain penggunaan dana ini yaitu operasional brigade karlabun dan pengawalan penanganan kebakaran lahan serta perkebunan.

Untuk mencegah Karhutla, Ardi meminta, perkebunan menyiapkan diri untuk mengatasi kebakaran. Karena bagi yang terbukti melanggar akan ditindak tegas sesuai Undang-Undang Perkebunan No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Ardi menyebutkan, dalam Pasal 108 UU Perkebuan menegaskan bahwa setiap Pelaku Usaha Perkebunan yang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (YR)

(Visited 25 times, 1 visits today)