Jakarta, Mediaperkebunan.id – Rapat Pengurus Dewan Kelapa Indonesia tanggal 17 Oktober lalu, lewat voting memilih Osriman Oesman sebagai Plt Ketua Umum menggantikan almahum Gamal Nasir.
Program utama Dewan Kelapa Indonesia, menurut Osriman adalah menindaklanjuti Peta Jalan Hililirisasi Kelapa yang sudah di susun oleh Bappenas. “Dekindo akan menjadi paling depan sebagai koordinator semua pemangku kepentingan kelapa dalam mengimplementasikan peta hilirisasi kelapa ini sehingga tujuan akhirnya adalah kembalinya kejayaan kelapa Indonesia, peranan kelapa sebagai sumber devisa lewat penguatan hulu dan hilirisasi tercapai. Kelapa lebih punya peran siginificant dalam peningkatan kesejahteraan dan perekonomian nasional,” kata Oesriman.
Kandidat Plt Ketua Umum Dekindo adalah Osriman Oesman dan Asep Jembar Mulyana, dari Himpunan Pengusaha Briket Arang Kelapa Indonesia. Dalam voting Osriman unggul 7 suara. Untuk pendanaan kelapa melalui BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), yang bertransforasi dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), Asep mengusulkan supaya BPDP memungut dari ekspor kelapa dan produk olahannya . “Biarlah dana yang di pungut dari kelapa sawit di kembalikan untuk sawit lagi, sedang dana kelapa ya dari ekspor kelapa bulat dan produk olahan kelapa,” katanya.
Kalau menggunakan dana sawit untuk kelapa, kesannya kelapa ini miskin sehingga menerima bantuan dari sawit. Padahal kelapa juga ekspornya lumayan besar baik berbentuk kelapa bulat, kopra, CNO, santan, dessicated coconut, coco peat, coco fiber, arang shisha, nata de coco, gula kelapa dan lain-lain.
Pungutan ekspor pada tahap awal tidak besar dan tidak seperti sawit yang merupakan persentase dari harga, kelapa mungkil flat saja yaitu USD1/ton. Dari dana inilah pembiayaan pengembangan kelapa lewat BPDP bisa berjalan.

