T-POMI
2019, 23 April
Share berita:

Sebagai negara agraris Indonesia telah melalui berbagai periode bersejarah. Dimulai jaman batu sampai masa kini, dari tanam berpindah sampai tanam dengan teknologi terkini, dari padi liar sampai ditemukannya berbagai varietas padi dan tanaman lain yang produktivitasnya tinggi.

Demikian pernyataan Syukur Iwantoro, Sekjen Kementerian Pertanian ketika mewakili Menteri Pertanian meresmikan Museum Pertanian dan Gedung Perpustakaan dan Pertanian Digital, di Bogor Jawa Barat.

Museum ini menjadi simbol serta sejarah jalan hidup pertanian Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, pertanian merupakan way of life dan tidak pernah terpisah dari budaya. Tema yang diangkat dalam peresmian Museum ini adalah Bertolak dari Masa Lalu Menapak ke Masa Depan (Connecting the Past to the Future).

Museum pertanian merupakan saksi perjalanan panjang dan perkembangan pertanian Indonesia dari dulu dan kini menuju pertanian masa depan. Museum ini diharapkan mempunyai peran penting dalam membangkitkan semangat dan kepedulian generasi muda terhadap pembangun pertanian di Indonesia. Juga menjadi ikon tujuan wisata budaya dan pendidikan di Bogor.

Syukur berharap supaya museum ini dapat terus dikembangkan dan dilengkapi dengan mengacu pada berbagai referensi dan perkembangan permuseuman yang berskala internasional. Museum ini akan menjadi museum pertanian yang pertama di Indonesia dan sifatnya nasional.

Terdiri dari beberapa Galeri. Galeri Pangan dan Peradaban Pertanian manampilkan informasi tentang sejarah beberapa komoditas pangan serta peradaban yang menyertainya. Galeri kebijakan dan komoditas menggambarkan perkembangan kondisi pertanian Indonesia pada era kolonial sejak tahun 1960-1945.

Galeri Peternakan menampilkan berbagai teknologi perternakan yang disajikan dalam bentuk video pendek, diorama, poster dan beberapa artefak. Galeri Pertanian masa depan menampilkan teknologi pertanian masa depan dan lumbung pangan dunia 2045. Ditampilkan pengembangan pertanian 4.0 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, big data dan kecerdasan buatan dalam seluruh aktivitas bertani.

Baca Juga:  Waktunya Mendorong Sektor Pangan