Pekanbaru, mediaperkebunan.id – Program hilirisasi di sektor pertanian, termasuk untuk perkebunan kelapa, menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan daerah demi menjaga ketahanan pangan dan energi di masa depan.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berbicara dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam, Optimalisasi Lahan, dan Cetak Sawah Rakyat di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Provinsi Riau, Selasa (22/7/2025).
Kegiatan tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari berbagai sumber, Rabu (23/7)2025), dihadiri oleh Gubernur Abdil Wahid, Bupati dan Walikota, serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dari seluruh Provinsi Riau.
Selain berbicara tentang padi, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Provinsi Riau memiliki potensi yang luar biasa untuk ketahanan pangan dan energi, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT) di masa depan.
“Kami melihat Riau memiliki potensi luar biasa, dengan lahan sekitar 59.000 hektar (Ha). Tahun ini, kami telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan 10.000 Ha,” ungkap Mentan Andi Amran Sulaiman.
“Ke depan, kita akan dorong hilirisasi komoditas kelapa agar petani bisa mendapatkan nilai tambah,” tutur alumni Universitas Hasanudin (Unhas) ini lebih lanjut.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti pentingnya hilirisasi kelapa karena hal tersebut bisa dinilai sebagai kekuatan ekonomi baru bagi Provinsi Riau.
Dengan potensi kelapa rakyat yang besar dan peluang pasar global yang menjanjikan, Menteri Pertanian mengungkapkan pemerintah pusat yakin komoditas kelapa, termasuk dari Riau, dinilai bisa menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan.
“Kami akan investasi Rp 371 miliar untuk industri kelapa. Dengan hilirisasi, harga kelapa bisa naik ribuan persen, dan ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” jelas Mentan Andi Amran Sulaiman.
Kata Mentan, transformasi pertanian di Riau harus difokuskan pada tiga hal yakni cetak sawah, pengembangan kelapa, dan pembangunan irigasi.
Dirinya sangat yakin, kemandirian pangan akan menekan inflasi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong kesejahteraan para petani, termasuk petani kelapa di seluruh Provinsi Riau.
“Gagasan tanpa tindakan itu nol. Saatnya kita bergerak,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin ini dengan tegas.
Menanggapi hal itu, Gubernur Riau Abdul Wahid menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh agenda strategis nasional di sektor pangan, termasuk dalam pengembangan dan hilirisasi komoditas kelapa.
Abdul Wahid menyoroti potensi kelapa rakyat yang ada saat ini di seluruh Provinsi Riau yang tersebar di berbagai kabupaten dengan total lebih dari 400 ribu Ha.
“Namun potensi komoditas kelapa masih minim fasilitas pengolahan. Kami berharap dukungan penuh pemerintah pusat untuk mendorong hilirisasi kelapa sehingga nilai jual petani bisa meningkat,” pinta Gubri Abdul Wahid.
“Kami siap berkolaborasi (dengan pemerintah pusat) guna mencari solusi (terkait problem pada pengembangan dan hilirisasi komoditas kelapa di Riau – red) di masa depan,” ucap Abdul Wahid.
“Harapan kami, ke depan, Provinsi Riau mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Gubernur Riau, Abdul Wahid.

