Jakarta, mediaperkebunan.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengusulkan kepada Menteri Pertanian pengembangan kakao yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat lokal di Papua Barat. Hal ini disampaikan ketika mengadakan audensi dengan Menteri Pertanian.
Kakao Papua Barat memiliki kualitas premium dan telah menembus pasar internasional. “Kakao kami kualitasnya premium. Walaupun produksinya masih terbatas, kami sudah mengekspor ke Prancis, Belanda, dan Belgia,” ungkapnya.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung menyetujui bantuan pengembangan kakao seluas 1.000 hektare guna memperkuat produksi komoditas perkebunan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan bahwa Kabupaten Samosir juga telah menerima dukungan pengembangan komoditas dari Kementerian Pertanian, khususnya untuk kopi dan kakao.
“Saat ini bantuan yang sudah diberikan dari Kementerian Pertanian untuk kopi mencapai sekitar 1.900 hektare dan kakao sekitar 500 hektare. Bagi kami itu sudah sangat membantu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Samosir masih memiliki potensi pengembangan lahan yang cukup besar. “Kami berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan masih memiliki potensi pengembangan lahan kurang lebih sekitar 5.000 hektare,” jelasnya.
Mentan Amran menyambut baik potensi tersebut dan langsung mengarahkan agar pengembangannya dapat ditindaklanjuti oleh jajaran eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian.
Melalui pertemuan tersebut, Mentan Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memberikan dukungan nyata kepada pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pertanian di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

