Jakarta, mediaperkebunan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Ketua Daya Anagata Nusantara (Danantara) Ruslan Rusani menegaskan komitmennya untuk mempercepat hilirisasi kelapa sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi nasional. Dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan dan Industri, keduanya mengumumkan total investasi yang dilayangkan untuk sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan senilai Rp371 triliun.
“Total investasi Rp371 triliun untuk pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan akan segera diselesaikan dalam waktu singkat dan diserahkan ke Menteri Investasi dan stafnya untuk ditindaklanjuti. Prinsipnya sudah disepakati,” ujar Mentan, Andi Amran Sulaiman.
Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia, kelapa masuk dalam komoditas unggulan yang diprioritaskan. “Komoditas kelapa memiliki potensi besar. Saat ini nilai ekspor kelapa Indonesia telah mencapai Rp24 triliun menjadikan Indonesia produsen an eksportir nomor satu dunia. Melalui hilirisasi kalau sesuai diagram industri nilainya bisa 100 kali lipat menjadi 2400 triliun,” kata Amran.
Meski tidak mencapai 100 kali lipat, jika hanya 20-50 kali lipat pun akan berdampak positif bagi ekonomi nasional. Berkunjung ke Maluku Utara, Mentan mengaku harga kelapa bulat sebelum dan setelah ada program hilirisasi memiliki perbedaan signifikan.
“Kami baru kunjungan ke Maluku Utara, harga kelapa sebelum kita hilirisasi Rp600 per butir, sekarang naik jadi Rp3.500 per butir, naik 500%. Kita berharap minimal harganya bisa naik jadi Rp5.000 ber butir atau bahkan Rp6.000 per butir,” lanjutnya.
Melanjutkan Mentan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara, Ruslan Rusani pun menyoroti besarnya potensi kelapa Indonesia di pasar ekspor. “Kelapa jadi komoditas unggulan ktia karena sebenarnya produktivitas kelapa kita nomor satu di dunia, jadi yang kita lihat adalah produk-produk dimana kita memiliki daya saing yang tinggi dan tinggal bagaimana kita menjalankan ini secara cepat, baik, dan masif,” kata Ruslan.
Hilirisasi kelapa ini harapannya juga kana membuka lapangan pekerjaan dan Danantara akan mendukung penuh program hilirisasi. Selain meningkatkan produktivitas, pemerintah juga akan memperkuat efisiensi di sektor pendukung seperti pupuk dan logistik untuk memastikan rantai pasok berjalan optimal.
Ruslan menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting agar program hilirisasi ini berjalan sesuai rencana dan sejalan dengan arahan Presiden.

