Jakarta, mediaperkebunan.id. – Tahun 2026 menandai sebuah tonggak sejarah besar bagi sektor kelapa sawit tanah air, di mana industri kelapa sawit komersial di Indonesia genap berusia 115 tahun. Menilik sejarah 115 tahun perjalanan kelapa sawit yang mengubah wajah perekonomian nasional ini berakar dari pembukaan lahan perkebunan skala massal pertama pada tahun 1911 di sepanjang pulau Sumatera, mulai dari wilayah Aceh hingga Sumatera Selatan.
Berikut adalah rekam jejak, transformasi, pencapaian dalam sejarah 115 tahun perjalanan kelapa sawit dan komoditas hijau yang kini menjadi pilar utama devisa negara:
• Pondasi Historis (Dari Tanaman Hias ke Sektor Bisnis) Jauh sebelum menjadi industri raksasa, tanaman kelapa sawit pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara pada tahun 1848. Kala itu, fungsinya hanya sebatas tanaman koleksi estetis di Kebun Raya Bogor. Transformasi radikal baru terjadi 63 tahun kemudian, tepatnya pada 1911, ketika potensi ekonominya mulai dilirik dan dikembangkan secara masif melalui perintisan perkebunan komersial pertama di tanah Sumatera.
• Dominasi Global Saat Ini berawal dari beberapa petak lahan di masa kolonial, Indonesia kini berhasil mengukuhkan posisinya sebagai raja minyak sawit di panggung dunia. Dengan volume produksi yang menembus angka puluhan juta ton per tahun, sektor ini tidak hanya menghidupi 16 juta kepala keluarga tetapi juga berfungsi sebagai jangkar stabilitas ekonomi makro nasional.
• Episentrum Perkebunan Nasional Meskipun ekspansi lahan kini telah merambah ke berbagai pulau besar seperti Kalimantan dan Papua, wilayah Sumatera tetap memegang predikat sebagai jantung industri ini. Provinsi-provinsi seperti Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan terus menjadi kawasan paling produktif yang menopang suplai kelapa sawit secara nasional maupun global.
Sejalan dengan momentum besar peringatan 115 tahun perjalanan kelapa sawit komersial di Indonesia, Media Perkebunan akan mengadakan Konferensi & Pameran Teknologi Pengolahan Sawit Terbesar , 4th Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 Conference & Exhibition dengan tema “Updating Technology & Talent Palm Oil Mill and Downstream” pada tanggal 7 – 10 Juli 2026 di Medan.
Dalam acara ini akan mengangkat tema besar, “Hilirisasi Komoditi Perkebunan Menuju Sawit Pilar Indonesia Emas 2045. Yang akan dihadiri kurang lebih 1.000 peserta dari berbagai pabrik baik skala domestik maupun internasional. Selain itu, dalam acara ini akan diadakan Medbun Awards 2026 sebagai apresiasi kepada seluruh pelaku usaha perkebunan di Indonesia.
Acara ini memiliki harapan kiranya dapat mempertemukan praktisi, akademisi, pelaku usaha, pemerintah dan mahasiswa dalam forum strategis untuk mendorong percepatan transformasi teknologi dan peningkatan kualitas SDM di sektor Pabrik Kelapa Sawit (PKS) serta menjembatani dunia praktik, riset, dan kebijakan guna menciptakan pabrik yang efisien, adaptif dan berkelanjutan sekaligus sebagai ajang pameran Riset dan Teknologi di industri sawit.

