Jakarta, mediaperkebunan.id – Media Perkebunan meluncurkan program Medbun Peduli – Sawit untuk Kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata industri perkebunan, khususnya kelapa sawit, terhadap dampak bencana banjir dan krisis lingkungan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi secara beruntun di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menghentikan aktivitas ekonomi, memutus mata pencaharian, serta mengancam keberlangsungan hidup ribuan keluarga. Dalam kondisi tersebut, masyarakat terdampak membutuhkan lebih dari sekadar perhatian, melainkan kehadiran nyata dan dukungan yang berkelanjutan
Program Medbun Peduli hadir sebagai gerakan kolaboratif yang menggabungkan kekuatan informasi Media Perkebunan, jejaring industri perkebunan, serta semangat kepedulian sosial berbasis keberlanjutan. Melalui program ini, bantuan kemanusiaan disalurkan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel, sekaligus mendorong peran aktif sektor sawit dalam pemulihan pascabencana.
Mengenai isu yang beredar di Media Sosial, Prof. Dr. Bungaran Saragih, M.Ec. (Menteri Pertanian 2000 – 2004 / Guru Besar IPB) selaku Penasihat Medbun Peduli menegaskan bahwa persoalan banjir bandang tidak bisa disederhanakan hanya pada dikotomi “sawit atau bukan sawit”.
Menurut Prof. Bungaran, sawit memiliki peran strategis bagi Indonesia, mulai dari penyerapan tenaga kerja, penggerak ekonomi desa, hingga sumber devisa ekspor. Namun, tata kelola perkebunan tetap harus menjadi perhatian bersama.
“Persoalannya bagaimana mengelola sawit dengan tata kelola yang benar berbasis data karena tidak ada yang punya data sehingga semua pihak bingung. Juga harus berbasis jangka panjang sehingga kita dapat meminimalkan risiko banjir bandang dan bencana ekologis lainnya,” ujar Prof. Bungaran Saragih dalam Forum Group Discussion (FGD) Perkebunan Sawit, Perubahan Tata Kelola Lahan, dan Risiko Banjir: Data, Dampak, dan Solusi Berkelanjutan pada 12 Desember 2025 di Bogor.
Pemimpin Media Perkebunan, Hendra J. Purba, S.E., pun menyoroti bagaimana kelapa sawit kerap menjadi sasaran tudingan dalam berbagai pemberitaan dan percakapan di media sosial ketika bencana banjir terjadi di Sumatra. Menurutnya, tudingan tersebut sering kali tidak disertai dasar ilmiah yang kuat.
“Jika kita lihat di media sosial, banjir bandang yang diakibatkan curah hujan tinggi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh kerap menjadikan sawit sebagai salah satu terdakwa. Seolah-olah sawit menjadi biang kerok semuanya padahal belum ada bukti ilmiah yang jelas,” ujar Hendra J. Purba.
Dengan mengusung tema “Sawit untuk Kemanusiaan”, Medbun Peduli menegaskan bahwa industri sawit tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan empati terhadap masyarakat terdampak bencana.

Hingga saat ini, total donasi sementara yang berhasil dihimpun mencapai Rp132.000.000 dari berbagai pemangku kepentingan sektor perkebunan. Sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan antara lain PT Pulau Sambu sebesar Rp30 juta, Yayasan Pendidikan Kesatuan Bogor melalui Ketua Pembina Prof. Dr. Bungaran Saragih, M.Ec. sebesar Rp100 juta, serta kontribusi dari Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) masing-masing sebesar Rp1 juta.
Media Perkebunan mengajak seluruh pelaku industri perkebunan untuk bergabung dalam gerakan ini. “Diharapkan perusahaan sawit dapat berpartisipasi dalam program Medbun Peduli dan akan kami salurkan nanti kepada daerah yg berdampak yg rusak fasilitas umum saperti sekolah ataupun fasilitas umum lainnya,” tutur Hendra.

