13 July, 2020

Manado, mediaperkebunan.id – Pembukaan secara bertahap pembatasan akibat pandemi terus membawa angin segar, khususnya bagi sektor pertanian. Kini dari batas utara negeripun berhasil meningkatkan hasil dan mutunya sehingga tidak hanya untuk penuhi pasar domestik namun juga laris di pasar global.

Karantina Pertanian Manado untuk pertama kalinya memfasilitasi 21 ton kopra Tahuna tujuan India. Data pada sistem perkarantinaan, IQFAST mencatat nilai ekonomi ekspor perdana kali ini mencapai Rp. 200 juta. Dan komoditas ini berangkat dengan menumpang KM Logistik Nusantara I menuju Surabaya sebelum ke negara tujuan, India.

“Satu lagi sentra produk pertanian yang berorientasi ekspor, semoga kedepan makin banyak produk asal batas negeri ini yang bisa bersaing,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksyidayan Saragih.

Donni menyebutkan bahwa secara geografis Tahuna sebagai ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe ini merupakan kepulauan yang berjarak 251 kilometer dari Kota Manado dan dapat ditempuh melalui jalur udara selama kurang lebih 50 menit.

Sangihe juga termasuk salah satu pulau terluar Sulawesi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. Pulau ini banyak menyimpan potensi produk pertanian, khususnya asal sub sektor perkebunan seperti pala, cengkeh dan kelapa.

Kedepan, berencana akan meningkatkan sinergistas baik dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait, pelaku usaha dan petani serta pekebun guba mendorong komoditas ini masuk pasar ekspor. “Dari data kami, semua jenisnya masuk dalam komoditas pertanian unggulan ekspor asal Sulut, artinya pasar ada,” kata Donni.

Kopra Tahuna yang pertama kali masuk pasar India ini sebelumnya telah melalui rangkaian pemeriksaan oleh pejabat Karantina Pertanian Manado di Wilayah Kerja Tahuna. Sementara produk masih transit di Surabaya maka produk yang telah dinyatakan sehat ini mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan antar area (KT 12) untuk diproses selanjutnya di Karantina Pertanian Surabaya.

(Visited 86 times, 1 visits today)