Medan, mediaperkebunan.id – Ancaman penyakit busuk pangkal batang (Basal Stem Rot/BSR) akibat serangan Ganoderma masih menjadi momok serius bagi industri kelapa sawit. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp111,8 triliun. Penyakit ini bukan hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan perusahaan dan petani.
Dalam pemaparannya pada 3rd ISGANO 2026, Mohd Fakhruddin Bin Senen, Head of Agronomist PT Alif Raya Indonesia menjelaskan bahwa Ganoderma boninense merupakan patogen paling agresif penyebab BSR. Setelah menginfeksi tanaman, patogen melepaskan zat pengoksida seperti H₂O₂ yang merusak jaringan di sekitar pangkal batang hingga menyebabkan pembusukan dan terbentuknya rongga pada batang.
“Gejala awal yang sering terlihat adalah lebih dari tiga daun tombak tidak membuka, pelepah patah ke bawah, hingga munculnya tubuh buah jamur di pangkal batang. Tanaman yang terinfeksi berat akan mudah roboh,” jelasnya.
Salah satu metode deteksi dini yang digunakan di lapangan adalah teknik loading spike yakni dengan mengetuk batang sawit untuk mengetahui adanya rongga akibat pembusukan. Jika terdengar kosong, maka besar kemungkinan tanaman telah terinfeksi.
Fakhruddin menekankan bahwa ketahanan tanaman sangat dipengaruhi oleh keseimbangan unsur hara makro dan mikro. Tanaman yang kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi akan lebih rentan terhadap serangan penyakit. Oleh karena itu, manajemen pemupukan menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian Ganoderma.
“Setiap pohon sawit harus dipenuhi kebutuhan unsur makro dan mikro secara optimal. Ketidakseimbangan nutrisi akan berdampak langsung pada produktivitas dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit,” ujarnya.
Sebagai solusi inovatif, diperkenalkan teknologi MAMPAN® 99, pupuk yang diperkaya nutrisi pilihan, enzyme activators, dan ion exchanger yang berfungsi meningkatkan proses lignifikasi dan silifikasi pada jaringan tanaman. Produk ini telah memperoleh paten di Malaysia (2010) dan Indonesia (2019) sebagai inovasi pupuk untuk mengurangi Ganoderma.
Dengan jaringan tanaman yang lebih kuat, patogen lebih sulit menembus dan berkembang di dalam jaringan. Aplikasi MAMPAN® 99 dilakukan dengan meletakkannya di area pangkal batang yakni bagian yang paling rawan terinfeksi Ganoderma. Metode ini dapat dikombinasikan dengan praktik kultur teknis, penggunaan agen hayati seperti Trichoderma, serta penggunaan bibit unggul.
Efektivitas MAMPAN® 99 telah diuji dalam berbagai penelitian dan uji lapangan termasuk di Universiti Putra Malaysia (UPM), Felcra Estate Seberang Perak, MKIC Negeri Sembilan, dan RISDA Estate. Penelitian doktoral di UPM (2010–2013) menunjukkan bahwa formulasi pupuk yang mengandung AJIB® 99 (nama lain MAMPAN® 99 di Malaysia) mampu menurunkan persentase kematian bibit akibat infeksi Ganoderma dibandingkan pupuk standar.
Fakhruddin menegaskan bahwa pengendalian Ganoderma tidak dapat dilakukan secara parsial. Pendekatan terpadu yang mencakup manajemen nutrisi, praktik kultur teknis, agen hayati, serta inovasi teknologi seperti MAMPAN® 99 menjadi kunci keberhasilan.
“Harapannya, penggunaan MAMPAN® 99 dapat mengurangi jumlah tanaman yang terjangkit Ganoderma, memperpanjang umur ekonomis kebun, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” tutupnya.

