Kuala Lumpur, Mediaperkebunan.id – Malaysia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merayakan 50 tahun hubungan ekonomi kedua negara tersebut di Pusat Perdagangan dan Pameran Internasional Malaysia atau Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, Rabu (18/12/2024).
Kedua negara tersebut, seperti dikutip Media Perkebunan dari media sosial KPK Malaysia, merayakannya salam bentuk konferensi tingkat tinggi (KTT) yang dibuka secara resmi oleh Yang Berhormat (YB) Datuk Seri Johari Abdul Ghani selaku Menteri Perladangan dan Komoditas (KPK) Malaysia.
Dalam pidato utama di acara tersebut, Johari Abdul Ghani mengatakan bahwa KTT tersebut diselenggarakan untuk semakin mempererat hubungan ekonomi antara Malaysia – Tiongkok yang telah terjalin selama lebih dari 50 tahun.
“Khususnya di sektor komoditas agro seperti perkebunan kelapa sawit, karet, kayu, kakao, dan lada,” ucap YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani di acara tersebut.
Dalam pidatonya itu, Datuk Seri Johari juga menekankan tentang pentingnya peran industri minyak sawit Malaysia yang berkontribusi terhadap keluaran dalam negara kasar atau pendapatan domestik bruto (PDB) Malaysia.
“Ekspor minyak sawit juga telah memberikan pendapatan senilai lebih dari RM 100 miliar bagi Malaysia pada tahun 2023,” tutur YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani lebih lanjut.
Ia juga menekankan perlunya meningkatkan produksi komoditas yang lebih berkelanjutan selain mengeksplorasi peluang dalam siklus ekonomi seperti energi hijau dari biomassa dan biogas, bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF), serta penggunaan teknologi pintar dan otomasi di industri.
Kata Johari Abdul Ghani, Malaysia memandang kalau kerjasama yang erat dengan Tiongkok terus menjadi prioritas, mengingat negara tersebut merupakan tujuan utama ekspor komoditas Malaysia.
Datuk Seri Johari berharap Malaysia dan Tiongkok dapat terus memanfaatkan potensi besar yang dimiliki sektor kelapa sawit, sehingga memperkuat posisi Malaysia di tingkat internasional.

