Kayu Agung, mediaperkebunan.id – Gejolak harga kelapa bulat di tingkat global dan domestik akibat rendahnya pasokan membuat harganya melonjak berkali-kali lipat, termasuk yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Hal tersebut bisa dilihat dalam laporan yang diunggah melalui Data Monitoring Harga Kelapa yang disampaikan pihak Bidang Monitoring Komoditas Perdagangan (Midang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten OKI.
Data tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id, Minggu (10/8/2015), menyebutkan harga kelapa bulat mulai menunjukan kenaikan pada bulan Januari 2023.
Disebutkan bahwa pada tanggal 9 Januari sampai 5 Oktober 2023 harga kelapa bulat di Kabupaten OKI tercatat sebesar Rp 6.000 per butir, lalu naik menjadi Rp 7.000 per butir mulai 27 Juni 2023 sampai 1 Februari 2024.
Nah, setelah berbulan-bulan stabil di harga Rp 7.000 per butir tersebut, pihak Diskominfo OKI mencatat ada penurunan harga kelapa bulat menjadi Rp 6.000 per butir dari mulai 28 Juni hingga 17 Juli 2024.
Nah, pada tanggal 20 Januari hingga 10 Februari 2024, harga kelapa bulat di OKI turun kembali ke Rp 6.000 per butir. Harga tersebut kembali ke level Rp 7.000 per butir mulai 22 Juli sampai 13 November 2024. Berarti lebih dari 8 bulan harga kelapa bulat bertahan di kisaran Rp 7.000 per butir.
Lalu, mulai 19 November 2024 sampai 28 Februari 2025, harga kelapa per butir di Kabupaten OKI naik menjadi Rp 8.000 atau naik sebanyak Rp 1.000 per butir.
Lonjakan harga hampir dua kali lipat terjadi pada 3 Maret 2025. Saut itu harga kelapa bulat di OKI mencapai Rp 15.000 per butir. Situasi ini berlangsung sampai 13 Juni 2025.
Dan sejak 16 Juni hingga 8 Agustus 2025, harga kelapa bulat di Kabupaten OKI turun sebanyak Rp 3.000 menjadi Rp 12.000 per butir.

