Bogor, mediaperkebunan.id – Perkebunan teh di Indonesia adalah emas hijau dan bukan sekedar penghasil minuman. Tahun 2024 luas areal teh Indonesia 97.539 ha, produksi 118.895 ton, produktivitas 1.528 kg/ha. Kebun teh tersebar di 13 provinsi, dikelola 87 perusahaan perkebunan, dengan >170.000 petani dan tenaga kerja. Kralawi Sita, peneliti Pusat Penelitian Teh dan Kina/PT Riset Perkebunan Nusantara menyatakan hal ini.
Jawa Barat adalah pemilik kebun teh terbesar di Indonesia yaitu 77.264 ha (74,9% dari total luas areal), produksi 80.241 ton (67,5% dari total produksi) , produktivitas 1.377 kg/ha. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan luas lahan 7.979 ha (9,4%), produksi 11.805 ton (9,9%), produktivitas 1.607 kg/ha.
Selanjutnya Sumut luas areal 3.523 ha (4,5%), produksi 10.138 ton (8,5%), produktivitas 2.876 kg/ha; Sumbar 2.875 ha (3,7%), produksi 5.596 ton (4,7%), produktivitas 1.958 kg/ha; Jambi 1.951 ha (2,5%), produksi 4.238 ton (3,6%), produktivitas 2.172 kg/ha.
Sumsel 1.523 ha (2%), produksi 2.672 ton (2,2%) , produktivitas 1.722 kg/ha; Jatim 1.348 ha (1,7%), produksi 2.142 ton (1,8%), produktivitas 1.592 kg/ha; Bengkulu 914 ha (1,1%), produksi 1.375 ton (1,6%), produktivitas 2.175 kg/ha; Yogyakarta 137 ha (0,1%), produksi 230 ton (0,2%), produktivitas 2.362 kg/ha; Banten 35 ha (0,04%), produksi 7 ton (0,01%), produktivitas 235 kg/ha.
Backward linkage kebun teh adalah 1,468 yaitu pupuk, pestisida, jasa pertanian, gas alam dan minyak bumi, perdagangan, lembaga keuangan, hasil kilang minyak. Forward linkage 1,238 meliputi subsektor teh olahan, mamin, jasa kesenian/hiburan/rekreasi, penyedia akomodasi, jasa angkutan transportasi dan lain-lain. NTB Rp5 trliun, multiplier output 0,449, multiplier pendapatan 1,222.
Kebun teh adalah tempat konservasi tanah dan air, keanekaragaman hayati, karbon sink atmosfir, agroforestry dan pariwisata sustainable dari sisi lingkungan. Secara ekonomi adalah ekspor >Rp1 triliun, pertumbuhan UMKM dan model bisnis berbasis teh. Sedang sosial menyerap >175.000 KK petani dan pekerja, menghidupi > 1 juta jiwa.
Kebun teh di Indonesia 50,4% perkebunan rakyat, 26,1% BUMN, 23,5% perkebunan swasta. Sedang produksi 40,6% berasal dari perkebunan rakyat, 39,4% dari BUMN dan 20% dari swasta. Produknya 71,9% teh orthodox, 21,5% teh hijau dan 6,6% teh CTC. Tanaman menghasilkan 79,8%, Tanaman Belum Menghasilkan 2,4%, Tanaman Tua Rusak 17,8%. Indonesia mengalami penurunan produksi dan produktivitas stagnan.
Ekspor teh Indonesia nilainya semakin menurun tetapi pasar dalam negeri menjanjikan. Volume ekspor teh Indonesia tahun 2024 yatu 30.281 ton teh hitam (82% dari total volume ekspor), 3.721 ton teh hijau (10%); 2.375 ton teh ekstrak/olahan (8%). Nilai ekspor teh Indonesia USD46.949 teh hitam (79% dari total nilai ekspor, teh hijau USD5.904 (10%), teh ekstrak olahan USD6.388 (11%).
Teh hitam Indonesia 28% diekspor ke Malaysia yaitu 8, 587 ton, 14% ke Rusia sebesar 4, 366 ton, 9% ke Amerika Serikat 2,644 ton, 7,5% ke Thailand 2.268 ton, 7% ke Jerman 2,125 ton. Teh hijau Indonesia diekspor ke Malaysia 771,548 ton (21%), Polandia 75,640 ton (20%), Taiwan 688,887 ton (19%), Jerman 677,4 ton (18%), Uni Emirat Arab 265,303 ton (7%). Ekspor teh olahan Indonesia ke Taiwan 460,343 ton (18%), Hongkong 453,171 ton (17%); China 350,840 (13%), Australia 230,427 ton (8%), Amerika Serikat 120,488 ton (6%).
Volume impor teh terdiri dari teh hitam 8.705 ton (51%), teh hijau 4.337 ton (25%), teh eksrak/olahan 4.215 ton (4.125 ton). Nilai impor teh Indonesia , teh hitam USD15.581 (29%), teh hiaju USD15.583 (29%), teh ekstrak/olahan USD23.303 (43%).Impor teh hitam Indonesia berasal dari Vietnam 7.360 ton (85%), Thailand 417.775 ton (5%), Malaysia 200.282 ton (2%); India 102.254 ton (1%), China 89.212 ton (1%). Impor teh hijau Indonesia 2.594,552 ton dari Vietnam (87%), China 464.816 ton (10%), Jepang 201.242 (5%), Taiwan 191.715 ton (4%), Srilanka 13.365 ton (0,3%). Impor teh olahan Indonesia 3.860,225 ton dari China (90%), Malaysia 116.126 ton (3%), Vietnam 86.289 ton (2%), Jepang 74.617 ton (1,7%), Singapura 24.224 ton (0,6%).

