Bogor, mediaperkebunan.id – Diany Faila, Peneliti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia menyatakan tahun 2023 luas kebun kopi Indonesia 1.247.425 ha dengan produksi 755.420 ton sedang tahun 2024 luas lahan meningkat jadi 1.269.354 ha dengan produksi 807.578 ton. Kebun kopi di Indonesia 98,38% perkebunan rakyat dengan 1,8 juta kk petani, 1,07% perkebunan besar swasta dan 0,54% PTPN.
Kebun kopi Indonesia 70,7% robusta dan 29,3% arabika. Luas TBM 179.165 ha (14,11%), TM 975.911 ha (76,88%); TTR 114.278 ha (9%). Produksi kopi tahun 2024 72,1% robusta, 27,9% arabika. Produktivitas kopi 2024 828 kg/ha. Kopi Indonesia 61% diekspor dan 31% dikonsumsi domestik. Menurut USDA laju pertumbuhan konsumsi kopi tahun 2020-2024 1,8%, dengan total konsumsi kopi dunia 9.990.900 ton.
Total luas areal kopi Indonesia cenderung meningkat , dengan laju pertumbuhan rata-rata 0,17%/tahun. Luas areal kopi robusta tren menurun 0,63%/tahun sedang arabika meningkat 2,23%/tahun.
Produsen kopi nomor 1 di Indonesia adalah Sumsel 209.000 ton (25,94%), Lampung 142.000 ton (17,57%); Sumut 92.000 ton (11,38%); Aceh 71.000 ton (8,8%); Bengkulu 54.000 ton (6,7%); Jatim 48.000 ton (5,95%); Sulsel 30.000 ton (3,8%); Jateng 27.000 ton (3,33%); NTT 26.000 ton (3,2%); Jabar 25.000 ton (3,16%). Sentra produksi kopi robusta Sumatera bagian Selatan (Sumsel, Lampung, Bengkulu), Jatim, Jateng. Sentra produksi kopi arabika Sumut, Aceh, Sulsel, Jatim, Jabar, NTT.
Tahun 2010-2025 trend produksi kopi Indonesia meningkat dengan laju 0,64%/tahun. Trend produksi kopi robusta menurun dengan laju 0,13%/tahun sedang arabika naik dengan laju 2,16%/tahun.
Ekspor kopi Indonesia tahun 2024 meningkat 13,23%. Tujuan ekspor utama EU 20,9% terutama kopi specialty (Gayo, Toraja); Amerika Serikat 14,2% terutama produk kopi organik; Mesir 10,1% terutama kopi robusta sebagai bahan baku Turkish kopi; Malaysia 9,2% terutama untuk kopi specialty dan liberika dari Jambi dan Sumsel; Jepang 4,2% terutama kopi specialty. Volume kopi impor Indonesia juga meningkat 21,8% karena konsumsi yang meningkat. Impor terbesar dari Vietnam 63,6%, Brazil 23,8%, Malaysia 3%, PNG 2,8%, Swiss 1,7%.
Konsumsi kopi Indonesia cenderung meningkat dengan laju 1,8% pada tahun 2020-2024. Sekitar 37% konsumen kopi Indonesia suka kopi dicampur susu, 23% kopi dicampur gula, 16% kopi murni tanpa campuran apapun. Sekitar 27% konsumen suka kopi yang disiapka barista, 20% suka kopi siap minum, 9% kopi buatan sendiri.
Harga kopi dunia tahun 2025 mencapai USD412,09/lbs. Harga kopi dunia cenderung meningkat selama 2021 sampai Oktober 2025. Harga kopi Mei-Agustus 2025 sempat turun karena peningkatan produksi kopi robusta Vietnam dan Brazil.
Tahun 2026 produksi kopi dunia diperkirakan naik 2,5% mencapai 178,5 juta bags karena produksi kopi Vietnam, Indonesia dan Ethiopia meningkat. Produksi kopi robusta Indonesia diperkirakan meningkat 0,26% sedang arabika 6,42%. Penyebabnya ada peningkatan luas areal kopi arabika 395.936 ha (meningkat 8%).
Hasil analisis statitika menunjukkan konsumsi kopi dunia mencapai 169 juta bags sedang konsumsi kopi Indonesia 4.900 bags. Perkiraan harga kopi robusta November 2025-November 2026 USD4,2/kg sedang arabika Desember 2025-Desember 2026 USD7/kg.

