Sekayu, mediaperkebunan.id – Luas perkebunan kelapa bulat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bakal bertambah sebanyak 1.000 hektar (Ha) pada tahun 2026 mendatang.
Dengan demikian, jika rencana penambahan itu terwujud, maka luas perkebunan kelapa bulat di daerah yang dikenal sebagai sentra perkebunan sawit bagi Provinsi Sumsel tersebut bakal menjadi 9.293 Ha.
“Untuk diketahui untuk luas eksisting komoditas kelapa di Muba mencapai 8.293 hektar, dan di tahun 2026 mendatang akan dilakukan rencana perluasan mencapai 1.000 hektar,” kata Bupati, HM Toha SH.
Kata politisi sekaligus pengusaha terkenal di Bumi Serasan Sekate ini, rencana penambahan luas lahan perkebunan kelapa itu sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, beserta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Dalam rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025), kedua menteri itu menekankan pentingnya melakukan hilirisasi untuk produk pertanian dan perkebunan.
Pernyataan yang senada disampaikan oleh Wakil Bupati, Kiai Rohman, yang diutus Bupati HM Toha SH untuk mengikuti rakor dengan kedua menteri dari kabinet Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Kami terus memaksimalkan program hilirisasi di Muba terutama di beberapa komoditas perkebunan seperti Kelapa,” ungkap Wakil Bupati Muba Kiai Rohman.
Lanjut dia, Pemkab bersama stakeholder atau pemangku kepentingan terkait, terutama Dinas Perkebunan (Disbun) Muba, akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan Mentan Andi Amran Sulaiman dan Mendagri Tito Karnavian terkait program hilirisasi pertanian dan perkebunan.
Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Muba, produksi kelapa bulat di Bumi Serasan Sekate tersebut mencapai 6.348 ton pada tahun 2024.
Atau, dengan demikian produksi kelapa bulat di Muba menjadi ketiga terbesar setelah sawit yang mencapai 455.066 ton tandan buah segar (TBS), serta karet yang tercatat sebanyak 203.084 ton.

