Lima, mediaperkebunan.id – Sejumlah pengusaha dari Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Brazil, yang selama ini menjadi buyer atau perusahaan pembeli telah berhasil melintasi sungai dengan menggunakan perusahaan mesin di wilayah Ucayali, Peru, yang diketahui telah menjadi jantung bagi hutan Amazon.
Para buyer tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Senin (14/7/2025), melakukan hal itu guna mengunjungi perkebunan kelapa sawit yang telah berhasil memperoleh sertifikat RSPO.
Perusahaan-perusahaan itu antara lain adalah perusahaan cokelat Bloomer, perusahaan perawatan pribadi Edgewell Milik Hershey, Grupo Bimbo, Perusahaan JM Smucker, dan Natura.
Kegiatan itu merupakan bagian dari pelayanan RSPO dan menjadi tur perintis yang menawarkan kepada anggota pembeli RSPO untuk mendapatkan pengalaman lapangan yang unik dari perkebunan sawit.
Serta, mereka mendapatkan wawasan langsung mengenai model produksi berkelanjutan yang diadopsi oleh petani sawit skala kecil yang bersertifikat di Peru, Kolombia, Meksiko, dan Honduras.
Negara-negara di kawasan Amerika itu sekaligus berhasil memosisikan kawasan Amerika Latin sebagai pemimpin regional dalam praktik terbaik di perkebunan sawit.

Kunjungan ini juga mempertemukan para pelaku utama di sektor kelapa sawit berkelanjutan di Peru, seperti Asosiasi Petani Kelapa Sawit Monte Alegre (APROMAN).
Lalu ada Komite Sentral Petani Sawit Ucayali (COCEPU), Oleaginosas Amazonicas SA (OLAMSA) dan Agroindustrias Oleaginosas del Perú SA (AOPSA).
Dalam kesempatan itu para buyer menyoroti peran penting petani sawit skala kecil dan independen, sekaligus menyoroti peran pengolah tandan buah segar (TBS) skala lokal dalam upaya sawit keberlanjutan di kawasan tersebut.
Selain memperkuat hubungan antara produsen dan pembeli, kunjungan itu menunjukkan bagaimana model Peru telah mengubah praktik pertanian tradisional menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Apa yang dilakukan negara Peru telah mampu menghasilkan peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat dan penggunaan sumber daya alam (SDA) yang lebih efisien.
Amerika Latin diketahui telah muncul sebagai kawasan dengan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit yang bersertifikat RSPO dan produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan, dengan 35 persen produksinya tersertifikasi.
Sementara itu, pihak RSPO menyebutkan negara-negara di kawasan Amerika Utara merupakan salah satu pasar konsumen yang tumbuh paling cepat, dengan 88.5 persen impornya dicakup oleh rantai pasokan tersertifikasi.

