Lubukpakam, mediaperkebunan.id – Mulai sekarang hingga di masa depan, para pelaku usaha perkebunan yang tergabung dalam Holding PTPN, terutama kelapa sawit, karet, dan tebu, bakal sanggup mengelola berbagai jenis limbah atau biomassa dari perkebunan dan pabrik pengelolanya.
Optimisme dan kesanggupan tersebut, seperti keterangan resmi yang dikutip Mediaperkebunan.id, Kamis (24/7/2025), muncul seiring dengan kehadiran aplikasi Eco Cycle yang baru saja diluncurkan oleh pihak Holding PTPN beberapa waktu yang lalu.
Aplikasi Eco Cycle itu diluncurkan langsung di lokasi pabrik kelapa sawit (PKS) Pagar Merbau Regional II yang terletak di Desa Pagar Merbau, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan dihadiri oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna.
Perlu diketahui bahwa aplikasi Eco Cycle ini adalah sebuah inovasi digital berbasis prinsip ekonomi sirkular atau ekonomi berdampak ke masyarakat sekeliling (circular economy) yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah di industri perkebunan, khususnya pada sektor kelapa sawit, karet, dan tebu.
Aplikasi Eco Cycle ini dirancang oleh Holding PTPN untuk mendukung efisiensi pengelolaan limbah organik sekaligus membuka peluang komersialisasi residu kebun dan pabrik.
Selain itu, aplikasi Eco Cycle ini juga memungkinkan dilakukannya pemantauan data secara real-time atau data terkini, menciptakan tata kelola limbah yang lebih akuntabel dan terintegrasi.
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyatakan bahwa Eco Cycle menjadi salah satu bagian dalam transformasi industri perkebunan menuju arah yang lebih hijau dan efisien.
Denaldy Mulino Mauna menekankan bahwa teknologi ini, selain sebagai alat bantu pelaporan, tetapi juga sebuah sistem yang menyatukan aspek lingkungan, operasional, dan ekonomi dalam satu platform digital.
“Eco Cycle akan menjadi soko guru pengelolaan limbah berbasis data. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata tanggung jawab lingkungan dari PTPN,” ujar Denaldy Mulino Mauna
Sementara itu Ugun Untaryo yang hadir mewakili Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan bahwa penerapan Eco Cycle di lingkungan PalmCo akan menjadi lompatan besar dalam digitalisasi pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular.
Dengan sistem yang terintegrasi, pengambilan keputusan di lapangan dinilainya akan jauh lebih cepat dan tepat, khususnya dalam mengelola sisa produksi seperti tandan kosong, limbah cair (palm oil mill effluent), hingga abu boiler.
“Dengan aplikasi ini, kami bisa memantau secara menyeluruh titik-titik penghasil limbah dan langsung menganalisis potensi pemanfaatannya,” kata Ugun.
“Hal ini juga membuka ruang besar bagi pengembangan energi alternatif, efisiensi biaya, dan potensi komersialisasi limbah,” tutur Ugun lebih lanjut.
Kemudian ia menyebutkan bahwa aplikasi ini akan memperkuat posisi PalmCo dalam aspek ESG (Environmental, Social, Governance), serta mendukung pencapaian Proper Emas dan sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca.

