Bogor, mediaperkebunan.id – PT Pascal Biotech Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan IPB University dan PT RPN dalam rangka memperkuat kolaborasi riset lapangan untuk menanggulangi penyakit Ganoderma pada kelapa sawit secara berkelanjutan.
Penandatanganan MoU dengan IPB University dilaksanakan bersama Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, serta Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar. Sementara itu, penandatanganan MoU dengan PT RPN dihadiri oleh SEVP Operation I, Tjahjono Herawan bersama Miftachul Anwar.
Kerja sama ini difokuskan pada kegiatan penelitian di lapangan yang bertujuan untuk mengembangkan solusi efektif dalam pengendalian penyakit Ganoderma yang menjadi salah satu ancaman utama bagi produktivitas perkebunan kelapa sawit. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong praktik perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan dan berbasis inovasi teknologi.

Penelitian akan mengkaji efektivitas penggunaan produk actinoPLUS dalam mengendalikan Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Uji coba ini diharapkan mampu memberikan data ilmiah yang komprehensif.
Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar menyampaikan bahwa sinergi antara dunia industri, akademisi, dan pelaku usaha perkebunan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan penyakit tanaman yang semakin kompleks.
“Kolaborasi Pascal Biotech Indonesia bersama IPB dan RPN merupakan langkah strategis untuk menghadirkan solusi nyata berbasis riset. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan mampu menghasilkan inovasi pengendalian Ganoderma yang aplikatif dan siap diimplementasikan sehingga dapat mendukung keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit nasional.

