Jakarta, mediaperkebunan.id – Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta nasional, PT Menthobi Karyatama Raya Tbk, meraup laba dalam jumlah yang signifikan, baik laba tahunan maupun kuartal I tahun 2025 atau Januari sampai April 2025.
Perusahaan yang telah melantai di bursa saham Indonesia dengan kode MKTR ini mencetak laba bersih yang meningkat 32,28 persen secara year on year (yoy) hingga kuartal I/2025. Direktur Keuangan MKTR, Wawan Sulistyawan, dalam pernyataan resmi yang dikutip Mediaperkebunan.id, Selasa (23/5/2025), mengatakan bahwa berdasarkan laporan keuangan, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 6,2 miliar hingga kuartal I/2025.
“Jumlah ini mengalami peningkatan bila dibandingkan kuartal I 2024 yang meraup untung sebesar Rp 4,7 miliar,” Wawan Sulistyawan menjelaskan.
Seiring dengan itu, sambung Wawan Sulistyawan lagi, pendapatan Menthobi Karyatama Raya juga tercatat sebesar Rp 267,6 miliar hingga kuartal I/2025 atau naik 8 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 247,6 miliar pada kuartal I/2024.
Menurutnya, pendapatan MKTR ditopang dari penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang berkontribusi sebesar Rp 228,1 miliar, lalu penjualan minyak inti sawit atau palm kernel (PK) yang berkontribusi sebesar Rp 37,4 miliar.
“Serta penjualan inti ampas sawit yang mampu berkontribusi sebesar Rp 1,5 miliar hingga kuartal I per 2025. Pendapatan ini meningkat cukup baik apabila melihat kinerja dari sisi keuangan,” ucap Wawan Sulistyawan.
“Untuk tahun 2025 kami berharap akan tumbuh lagi dengan mengoptimalkan semua aset-aset yang ada,” tuturnya lebih lanjut.
Namun dia menyatakan kalau untuk beban pokok pendapatan MKTR juga naik 8,3 persen yoy menjadi Rp 232,8 miliar hingga kuartal I per 2025 dari Rp 214,8 triliun pada kuartal I per 2024.
“Laba kotor Menthobi Karyatama Raya tercatat sebesar Rp 34,8 miliar hingga kuartal I per 2025, atau naik 6,2 persen yoy dari Rp 32,7 miliar pada kuartal Ibper 2024,” ucap Wawan Sulistyawan.
Wawan Sulistyawan juga menjelaskan, sepanjang 2024, MKTR mencatatkan pendapatan yang tumbuh 41,6 persen yoy menjadi senilai Rp 1,00 triliun pada tahun 2024, dibandingkan senilai Rp 710,98 miliar pada tahun 2023.
Pada 2024 itu, kata Wawan Sulistyawan, pendapatan perseroan terutama ditopang oleh peningkatan harga CPO dan PK yang naik signifikan sebesar 18,3 persen dan 24,3 persen.
Selain itu, juga ditopang peningkatan volume produksi CPO dan PK yang sebesar 21 persen dan 33,8 persen, seiring beroperasinya pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO), yang diakuisisi pada akhir 2023 dan mulai beraksi secara penuh pada 2024.
Seiring pendapatan itu, Wawan bilang perseroan mencatatkan untung upaya yang tumbuh 70 persen (yoy) dari senilai Rp 62,679 miliar pada 2023 menjadi Rp 106,386 miliar pada 2024.
“Sedangkan untung tahunan melangkah sebesar Rp 52,2 miliar pada 2024 alias meningkat 1,7 persen (yoy) dibandingkan Rp 51,3 miliar pada tahun 2023,” ucap Wawan Sulistyawan.
“Seiring raihan untung itu, perseroan menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 18,21 miliar alias setara 34,88 persen dari untung tahun melangkah perseroan yang sebesar Rp 52,2 miliar pada tahun 2024,” tegas Wawan Sulistyawan.

