Bangko, mediaperkebunan.id – Niat untuk mengembangkan perkebunan kopi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada perkebunan kelapa sawit mulai diwujudkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Salah satu langkah awal yang ditunjukan Pemkab Dharmasraya adalah dengan belajar langsung pada pemerintah kabupaten (Pemkab) Merangin yang sukses mengembangkan kopi Robusta yang menjadi salah satu komoditas unggulan dari daerah dataran tinggi.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bahkan mengutus langsung Wakil Bupati (Wabup), Leli Arni, untuk mengunjungi sentra perkebunan Robusta Merangin yang ada di Jangkat dan Masurai.
Dalam kunjungan yang dilakukan mulai 24-25 September 2025 itu, Wabup Leli Arni didampingi oleh Staf Ahli Bupati Ny Sastrawati, Darisman selaku Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan sejumlah anggota rombongan.
Wabup Dharmasraya dan rombongan diterima langsung oleh Wabup Merangin HA Khafidh dan mengapresiasi ketertarikan Pemkab Dharmasraya untuk mengadopsi cara budidaya perkebunan kopi Merangin untuk ditanam di Dharmasraya.
“Mereka (Wabup Dharmasraya Leli Arni dan rombongan – red) datang ke Merangin untuk mempelajari tentang perkebunan kopi itu,’’ujar Wabup Merangin H A Khafidh seperti dikutip Mediaperkebunan.id, Senin (29/92025).
Wabup Merangin yang didampingi Asisten III Hennizor, Plt Kadis Kominfo Akhmad Khoirudin (Akhoi), Plt Kadis Pertanian Mujiburrahman dan Plt Kadis Peternakan dan Perkebunan (Bunnak) Daryanto, antusias menjelaskan perihal kopi Merangin kepada Wabup Dharmasraya Leli Arni dan rombongan.
Pada diskusi yang berlangsung cukup santai itu, Wabup Dharmasraya ingin mempelajari kopi Merangin mulai dari pembibitan, penanaman, panen, perawatannya, hingga pengelolaan kopi tersebut langsung dari daerahnya di Masurai dan Jangkat.
Sebelum bertolak ke Kecamatan Lembah Masurai dan Kecamatan Jangkat untuk melihat langsung komoditas kopi Merangin itu, Wabup Dharmasraya bersama rombongan sempat berkunjung ke rumah pribadi wabup Merangin.
Di rumah yang juga dijadikan Pondok Pesantren tersebut, wabup Dharmasraya bersama rombongan, disambut ramah Wakil Ketua TP PKK Merangin Hj Emi Minarsih Khafidh dan para anggota keluarga.
Usai terjadi obrolan dan canda gurau yang sangat menyenangkan dan menarik antara kedua belah pihak itu, Wabup Dharmasraya bersama rombongan pamit untuk bertolak ke Masurai dan Jangkat.
Seperti diberitakan Mediaperkebunan.id sebelumnya, Bupati Annisa Suci Ramadhani mengatakan, proyek pengembangan perkebunan kopi di Dharmasraya direncanakan mulai berjalan pada Januari 2026, dengan target dapat terus berkembang hingga mencapai total luas lahan 6.000 hektar (Ha).
Langkah ini, ungkap Bupati Annisa Suci Ramadhani, diambil Pemkab Dharmasraya sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas, khususnya perkebunan kelapa sawit.
“Pemerintah daerah menilai pentingnya memiliki alternatif seperti kopi agar tetap memiliki sumber ekonomi saat harga atau produksi sawit mengalami penurunan,” kata Bupati Annisa Suci Ramadhani.
Diversifikasi industri hulu perkebunan ini, tutur Bupati lebih lanjut, juga diharapkan bisa memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di sekitar perkebunan kopi setempat.
Annisa Suci Ramadhani menyampaikan, kopi yang akan ditanam ini dapat dibudidayakan secara tumpang sari dengan tanaman lain, termasuk di dalam kebun sawit yang baru ditanam.
Hal ini dinilai sebagai solusi efisien dalam pemanfaatan lahan, sekaligus memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani. Selain sawit, kopi juga bisa ditanam bersamaan dengan berbagai jenis tanaman perkebunan lainnya.

