11 February, 2016
Bagikan Berita

Bengkulu kini memiliki klon kopi robusta unggul dengan citarasa yang baik. Empat klon kopi lokal yang ditemukan petani itu siap dikembangkan.

Sebagai salah satu wilayah segitiga emas penghasil kopi robusta di Indonesia, Bengkulu memiliki kopi lokal yang unggul. Empat klon kopi robusta lokal yakni Sehasence, Sintaro 1, Sintaro 2, dan Sintaro 4 memiliki potensi produksi rata-rata 2 ton/hektar (ha). Bahkan citarasanya pun tergolong baik.

Menurut peneliti kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Retno Hulupi, klon-klon kopi robusta unggul lokal Bengkulu itu merupakan hasil pilihan petani yang diperbanyak menggunakan cabang plagiotrop. Klon tersebut telah menyebar secara berantai di beberapa kecamatan di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.

Dari 15 klon yang teridentifikasi berbuah lebat dan stabil, hanya tujuh klon yang tersaring yang diuji untuk mendapatkan bahan tanam anjuran yang sesuai untuk daerah Bengkulu. Ketujuh klon unggul harapan itu masing-masing klon C, Kromoan, Juremian, Misranan, Kirmanan, Taminan, dan Erlangan.

Nama klon itu sendiri diambil dari nama petani sebagai pengembangnya. Kromoan, misalnya, berasal dari petani bernama pak Kromo, Juremian dari petani bernama Juremi, klon Misranan dari nama petani pak Misro. Demikian juga klon Kirmanan yang berasal dari petani bernama pak Kirman dan Taminan dari petani bernama Tamino. Sedangkan klon Erlangan diambil dari nama desa Air Lang.

Dari lima klon yang diusulkan, hanya empat klon yang disetujui untuk dilepas, yakni klon C dengan nama Sehasence, Kromoan dengan nama Sintaro 1, Juremian bernama Sintaro 2, dan Kirmanan bernama Sintaro 4.

Klon Sehasence memiliki potensi produksi 2,17 ton/ha untuk penanaman dengan populasi 1.600 pohon/ha. Hanya saja klon ini masih rentan penyakit karat daun 71,5 persen, dan agak rentan serangan bubuk buah. Klon yang memiliki umur ekonomis hingga 25 tahun ini memiliki citarasa baik.

Klon Sintaro 1 potensi produksinya mencapai 1,7 ton/ha dengan populasi 1.600 pohon/ha. Klon ini masih rentan penyakit karat daun dan agak rentan serangan bubuk buah. Klon yang bercitarasa sangat bagus ini berpotensi menjadi grade fine robusta.

Sedangkan Sintaro 2 potensi produksinya sebesar 2,2 ton/ha dengan citarasa baik. Klon ini rentan penyakit karat daun, meski agak tahan terhadap serangan bubuk buah. Untuk Sintaro 4 potensinya bisa mencapai 1,8 ton/ha bercitarasa baik. Klon ini kebal serangan penyakit karat daun, meski masih tergolong rentan terhadap serangan bubuk buah. (YR)

(Visited 775 times, 1 visits today)
Baca Juga  Produksi Gula Seharusnya Bertambah 633 Ribu Ton