Bandung, mediaperkebunan.id – Dalam ajang Medbun Awards 2025, Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta dianugerahi penghargaan Long Life Achievement untuk Lembaga Pendidikan Akademik Perkebunan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi panjang dan konsisten dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.
Dikenal sebagai perguruan tinggi yang memiliki core competence di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan, INSTIPER Yogyakarta telah berdiri kokoh selama 62 tahun. Menjawab tantangan zaman melalui pendekatan akademik yang kuat, riset yang relevan, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. INSTIPER Yogyakarta tidak hanya berhasil mempertahankan eksistensinya, namun juga membuktikan diri sebagai pilar penting dalam pembangunan industri kelapa sawit nasional.
Jumlah lulusan INSTIPER Yogyakarta yang berkiprah di berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti nyata keberhasilan lembaga ini dalam mendidik generasi penerus. Hingga tahun 2024, total lulusan dari program studi yang berfokus pada kelapa sawit mencapai 5.062 orang pada jenjang S1, dan 469 orang pada jenjang S2. Mereka kini berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari perusahaan perkebunan, riset dan pengembangan, hingga sektor kebijakan dan pemberdayaan masyarakat.
Ir. Harsunu Purwoto, M.Eng, selaku Scholarship Coordinator INSTIPER Yogyakarta, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa apresiasi dari Media Perkebunan ini bukan hanya sebuah kehormatan, namun juga sebuah tantangan untuk terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan dinamika pendidikan masa kini.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Media Perkebunan. Sebagai lembaga pendidikan, kami adalah bibit sumber daya pengembangan manusia. Pemberian penghargaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, karena kini kami menghadapi generasi yang berbeda. Tantangan pendidikan di era generasi Z maupun generasi milenial sangat berbeda dengan generasi sebelumnya,” ujar Harsunu.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pendidikan di era digital saat ini. “Di era industri 4.0 yang akan berkembang menuju 5.0, perkembangan teknologi menjadi kunci utama dalam mendidik sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif,” tambahnya.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas peran strategis INSTIPER Yogyakarta dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia industri. Dengan pendekatan kurikulum yang terintegrasi dengan kebutuhan lapangan, INSTIPER Yogyakarta merupakan motor penggerak transformasi pendidikan akademik di sektor perkebunan.

