Jakarta, mediaperkebunan.id – Komisi Eropa pada tanggal 21 Oktober 2025 dalam surat pernyataannya mengusulkan solusi untuk mendukung perusahaan dan pemangku kepentingan global agar implementasi EU Deforestation Regulation (EUDR) berjalan.
Melalui usulan ini, Komisi ingin memastikan bahwa sistem teknologi informasi (IT system) berfungsi penuh guna menangani kontribusi Uni Eropa terhadap tantangan global deforestasi. Komisi menegaskan komitmennya untuk terus mengejar tujuan dari penerapan EUDR, yaitu memerangi deforestrasi.
Berdasarkan umpan balik dari para pemangku kepentingan, usulan utama Komisi adalah penyederhanaan aturan atau sistem secara terarah untuk mengurangi kewajiban bagi:
- Perusahaan dan pedagang yang memperdagangkan produk terkait EUDR setelah produk tersebut ditempatkan di pasar Uni Eropa (seperti pengecer atau perusahaan manufaktur besar). Perusahaan hulu tetap diwajibkan melakukan uji tuntas (due diligence).
- Perusahaan mikro dan kecil dari negara berisiko rendah di seluruh dunia yang menjual barangnya langsung ke pasar Eropa. Kelompok ini mencakup hampir seluruh petani dan pengelola hutan kecil di Uni Eropa.
Untuk meningkatkan efisiensi sistem IT, Komisi mengusulkan agar operator hilir dan pedagang tidak lagi wajib mengajukan pernyataan uji tuntas. Hanya akan ada satu pengajuan pernyataan uji tuntas di titik masuk pasar untuk seluruh rantai pasok.
Dengan demikian, kewajiban pelaporan akan difokuskan pada operator pertama yang menempatkan produk di pasar. Misalnya, biji kakao hanya memerlukan satu pernyataan uji tuntas yang diajukan oleh importir, sementara produsen cokelat hilir tidak perlu mengajukan pernyataan baru.
“Pendekatan ini memberikan kepastian dan stabilitas, menyederhanakan proses pelacakan bagi produsen kecil dan mikro yang secara individu berisiko rendah namun berkontribusi penting terhadap data ketertelusuran secara keseluruhan. Kami menyediakan jadwal implementasi yang jelas agar regulasi dapat berlaku mulus di akhir tahun ini,” ungkap Teresa Ribera selaku Executive Vice-President for Clean, Just and Competitive Transition.
Selain itu, operator mikro dan kecil hanya perlu menyerahkan satu kali deklarasi sederhana di sistem IT EUDR. Jika data sudah tersedia di basis data negara anggota, mereka tidak perlu melakukan tindakan tambahan. Kebijakan ini menggantikan kebutuhan pengajuan pernyataan uji tuntas secara berkala seperti sebelumnya.
Komisi juga mengusulkan masa transisi untuk menjamin kelancaran penerapan aturan dan memperkuat sistem IT. EUDR akan mulai berlaku pada 30 Desember 2026 bagi perusahaan mikro dan kecil. Lalu, untuk perusahaan besar dan menengah, tanggal penerapan tetap 30 Desember 2025, tetapi mereka akan mendapat masa tenggang enam bulan untuk penyesuaian dan penegakan aturan.
Komisi telah mengembangkan sistem IT sejak Desember 2024 bersama para pemangku kepentingan. Berdasarkan proyeksi baru, jumlah operasi dan interaksi dalam sistem jauh lebih besar dari perkiraan awal, sehingga perlu dilakukan penyesuaian beban sistem agar mampu menampung seluruh pernyataan uji tuntas dari operator terkait.
Kombinasi antara tanggal penerapan baru dan penyederhanaan kewajiban rantai pasok bertujuan agar sistem IT mampu menanggung beban kerja yang diharapkan. Komisi juga sedang menyiapkan rencana darurat agar pelaku usaha tetap dapat memenuhi kewajiban mereka jika proposal hukum ini tidak disetujui tepat waktu. Dalam hal itu, EUDR tetap akan berlaku mulai 30 Desember 2025.
Parlemen Eropa dan Dewan Eropa akan membahas pengajuan Komisi ini. Keduanya perlu secara resmi mengadopsi amandemen terbatas terhadap Regulasi Deforestasi Uni Eropa sebelum aturan ini dapat diberlakukan. Komisi mendesak kedua lembaga tersebut untuk segera menyetujui perpanjangan masa implementasi sebelum akhir tahun 2025.

