Jakarta, mediaperkebunan.id – Para pemegang saham PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 701,05 miliar pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari Kamis (16/04/2026). Nilai tersebut meningkat 74,7% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025.
Jumlah dividen TLDN tersebut termasuk dividen interim sebesar Rp 200,67 miliar yang telah dibagikan pada Oktober 2025, sehingga dividen final yang akan dibayarkan mencapai Rp 500,38 miliar. Nilai ini merepresentasikan payout ratio sebesar 63,4% dari laba bersih Perseroan yang mencapai Rp 1,11 triliun.
Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan performa perusahaan yang solid sepanjang tahun lalu. “Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025 serta komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui laporan tahunan serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Rapat juga menetapkan penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, remunerasi manajemen, serta susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Dalam kesempatan tersebut, Perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp 285,60 miliar, di mana sekitar 77% atau Rp 220,32 miliar telah direalisasikan. Dana tersebut digunakan untuk akuisisi PT Cipta Davia Mandiri, pembangunan pabrik kernel crushing plant (KCP), serta pengembangan pembangkit listrik tenaga biogas (BPP).
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi integrasi operasional sekaligus implementasi prinsip circular economy, di mana limbah kelapa sawit diolah menjadi energi terbarukan dan produk bernilai tambah. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sisa dana sebesar Rp 65,28 miliar dialokasikan ulang untuk memperkuat entitas anak melalui peningkatan produktivitas kebun, sebagai respons terhadap dinamika industri dan keterbatasan aset yang sesuai dengan standar internal Perseroan.
Secara operasional, TLDN menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sepanjang 2025. Director of Finance, Accounting, and Tax TLDN, Mahirudin menyampaikan produksi tandan buah segar (TBS) inti dan plasma masing-masing meningkat sekitar 3,6% dan 9%. Total produksi TBS mencapai lebih dari 1,27 juta ton atau naik 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini didorong oleh penerapan praktik perkebunan terbaik, termasuk pemupukan dan pemeliharaan sesuai standar tinggi. Produksi crude palm oil (CPO) juga meningkat menjadi 333.092 ton atau naik 2,5% dibandingkan 2024, sementara produksi palm kernel (PK) tumbuh 2,8%,” jelas Mahirudin.
Di sisi hilirisasi, sejak beroperasinya pabrik kernel pada akhir 2024, Perseroan mulai memproduksi crude palm kernel oil (CPKO). Sepanjang 2025, produksi CPKO mencapai 11.991 ton dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 296,6 miliar.
Kinerja Perseroan juga didukung oleh tren positif industri kelapa sawit global. Peningkatan produksi nasional dan permintaan ekspor turut mendorong kenaikan harga rata-rata CPO di pasar internasional.
“Sepanjang 2025, TLDN membukukan pendapatan sebesar Rp 5,42 triliun, meningkat 28,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat sebesar Rp 1,86 triliun atau naik 28%, seiring dengan peningkatan produksi dan harga komoditas,” lanjutnya.
Di sisi lain, beban operasional mengalami kenaikan seiring meningkatnya volume penjualan, meskipun beban keuangan berhasil ditekan turun sebesar 32,5%.
Sebagai perusahaan agribisnis yang berfokus pada pengelolaan perkebunan dan industri kelapa sawit berkelanjutan, TLDN terus memperkuat posisinya melalui integrasi bisnis dan pengembangan energi terbarukan. Hingga saat ini, sembilan entitas usaha Perseroan telah memperoleh sertifikasi ISPO sejak 2022 sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik berkelanjutan.
Head of Corporate Finance and Strategy TLDN, Wasisto Budi S. menyatakan tetap optimis produksi dan laba TLDN terus meningkat di tengah dinamika geopolitik global seiring dengan implementasi strategi akuisisi da hilirisasi. “Kami optimis target produksi tahun ini bisa lebih baik 5-10% dibandingkan tahun 2025 begitu juga dengan target pendapatan dan laba tahun 2026 kami optimis bisa mencapai 10% lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Sebagai informasi, TLDN baru saja menuntaskan akuisisi PT Cipta Davia Mandiri (CDM) dengan nilai mencapai Rp 136 miliar. Dimana nilai tersebut lebih rendah dari estimasi awal Rp160-Rp210 miliar.

