Jakarta, mediaperkebunan.id – Indonesian Palm Oil Small Holder Conference and Expo (IPOSC) ke 5, yang merupakan pertemuan raya petani kelapa sawit lintas organisasi terbesar di Indonesia dilaksanakan di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Acara ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) didukung Media Perkebunan pada tanggal 24-26 September 2025 di Hotel Q Qubu Resort.
Menurut Mansuetus Darto, Ketua Umum POPSI, IPOSC adalah ajang untuk refleksi dan penguatan petani kelapa sawit di Indonesia agar lebih maju dan berkelanjutan sesuatu dengan tuntutan pasar modern. Pertemuan IPOSC akan menghasilkan beberapa resolusi nantinya untuk pemerintah terkait dengan tuntutan kebijakan, untuk perusahaan terkait dengan tuntutan keadilan dan pemberdayaan.
IPOSC juga akan merefleksikan situasi sawit terkini khususnya dengan hadirnya Agrinas yang mengelola kebun sawit yang diambil alih pemerintah dalam Kawasan hutan. “Tentunya, pertemuan ini akan mendorong industri sawit indonesia lebih ramah bagi petani dan petani makin transformatif dengan pasar sawit modern dan negara makin peka pada kondisi petani,” katanya.
Beberapa topik yang dibahas dalam IPOSC adalah Kemitraan, PSR Jalur Kemitraan, STDB, EUDR, ISPO, Ganoderma, Kumbang Tanduk, Ulat Api, Elaeidobius dan lain-lain. Pembicara dari Dirjenbun, BPDP, GAPKI, Fortasbi dan lain-lain.
Menurut Hendra J Purba, Sekjen POPSI/ Ketua Panitia IPOSC selain conference juga expo berupa pameran yang diikuti produsen benih sawit, pupuk, pestisida, alat-alat panen, alat mesin pertanian. Bisa dikatakan merupakan pameran sawit terbesar di Kalbar.
“Bagi petani sawt Kubu Raya dan Kalbar ini merupakan kesempatan baik untuk langsung berinteraksi dengan produsen benih, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian. Petani punya akses sebesar-besarnya dengan produsen yang bisa meningkatkan produktivitas kebun semakin meningkat,” katanya.

